Senin, 13 April 2009

du'a teman...CPNS

Are U ready..Lets

Alhmdrbb..nuhun De, mudah-mudahan saterasna lancar+aya dina panangtayungan Allah SWT.Ade sing teras sehat.Amin
01April09 Mamah

Alhmd teujauh2 teuing geningan, taushiyahnya "syukuri, nikmati, kuatkan sltrhm n jgn lupa u/ slalu mningkatkan prestasi diri" selamat ya...sami-sami, plus klo nanti ada kesempatan jgn lupa skolah lg..
01 April 09 K'Muby

Alhamd atuh pami kitu mah, nya ari situasina mah baca deui we situasi di2tuna. ayeuna mah ikuti alur jeung kahayangna.da koordna bu karsih, bageur..
01 april 09 Uhe

Punten nembe diwal;er. Alhmd ibu sklrg dipaparin sehat. Bingah parantos mancen tugas, mugia barokah. deet nya. wilujeng..
04april09, Ibu Ati PPB

alhamdulillah ngiring bingah, abbdi+kelg sae oge.mugia lancar sgl urusan.
03april2009, MPK Jajang

Samio-sami..mugia betah sinareng lungsur-langsar
03april 09 Pa Wawan HW

Alhamdulillah, wilujeng..mudah-mudahan lancar+kenging rahmat barokah Allah swt. salam ka guru-guru bk di sma lembang
03April09 Pa Nurhudaya..

wass. Alhmd ibu sehat, mdh2n purnama&istri ge sami..muhun wilujeng ngemban amanah nya, mugia slamina dilancarkeun ku Allah SWT.htrnuhun
03april 09 bu ipah

amin.Mudah2an Allah ngabulkan cita-cita ade+dilancarkan sgl rupina kanggo ka payunna. Kumaha atuh kanggo ka payunna. Kmh atuh kanggo p'syaratan ngadamel k.baik. iraha dikintunkeun
Mamah 20/12/08 11:17am

Alhamdulillah, mudah2an janten padamelan nu barokah, amin
Bu Yusi, 410pm

wilujeng,bekerjalah profesional. Smg sukses
Bpk suherman 421pm

wa'alaikumsslam. selamat ya..berbaktilah pada ibu pertiwi..
Pa Ilfiandra, 4:21 pm

selamat yach atas diterimanya jd kepala PNS mdh2an itu jd batu loncatan..tong hilap coblos no.2 barack obama ouh..bama! Allahu akbar..
Miftah, 22 Des 08/ 8:04 am

anni iwasaki

Berkembangnya psikologi klinis di Indonesia menandakan tidak berkembangnya psikologi perkembangan, betulkah?

Bahasa salik :BQ-Fahd

Purnama
aslm.wr..nuju sibuk fahd?
21:00Fahd
ah henteu kang, aya naon?
21:01Purnama
gak..saya cuma penasaran aja..ada satu pertanyaan kang BQ di buku kucing yang dulu, tapi kayanya belum dijawab secara resmi oleh fahd..emut keneh? :)
21:04Fahd
hmmm... pertanyaan BQ yang mana ya?
hehe... hilap.
21:05Purnama
k'poer teu hapal persis kumaha teksna..tapi kirang langkung kieu:
21:08Purnama
"Kamu benar-benar membuat saya terhenyak dan menggeleng kepala, di semuda itu (fahd masih di DA waktu itu kan?) kamu sudah bisa jauh berkenalan dengan maha guru-mahaguru dunia dengan cukup baik.dan yang paling penting bagi saya, kamu bisa mengunyah ajaran-ajaran mereka dengan baik pula, bahkan tidak hanya mengunyah tapi memamahnya dengan kritis dan cermat.."
nah, saya penasaran..Fahd jawaban resminya dimana ya?hehe...
21:09Fahd
sejak pertemuan pertama dengan BQ di kelas 5 waktu itu, sampai sekarang saya dan BQ berteman sangat baik.
kami banyak menghabiskan waktu bersama kalau saya sedang di bandung.
sesekali saya menginap di rumahnya.
sesekali dia di rumah saya.
saya terus belajar dari siapa saja, termasuk darinya.
katanya dengan bijak suatu malam, kita sama-sama belajar, Fahd.
BQ memberi saya beberapa buku yang sudah dia baca dan bagus menurutnya untuk kubaca juga.
akupun begitu.
seperti dulu di DA: saya memperlakukan semua orang sebagai guru, saya memperlakukan semua tempat sebagai buku, saya memperlakukan setiap waktu sebagai belajar.
sebagai ilmu.
saya adalah petualang.
pejalan jauh.
21:12Purnama
Mahasuci Allah..yang telah menciptakan salik yang satu ini :)
21:12Fahd
jawaban resmi saya ada di buku A Cat in My Eyes (Gagas Media, 2008), buku yang saya dedikasikan untuk BQ juga.
:)
21:13Purnama
tapi buku kucing keluar sebelum fahd berinteraksi dengan BQ kan kalo gak salah?
21:13Fahd
iya kang
21:15Purnama
nah, maksud k'BQ, sebelum fahd berinteraksi dengan BQ tapi fahd sudah berjalan cukup jauh di umur semuda itu..how culd it be?
21:15Fahd
sekarang saya legi bikin project I Care I Share di http://www.ruangtengah.co.nr berkunjung ya kang
hhmmm... saya gak tahu pasti sih, kang. itu kan penilaian orang. saya sendiri nggak tahu saya sudah "sejauh" mana, bahkan sampai sekarang. dari dulu sampai sekarang, saya punya satu hadits favorit:
man salaka thariqan yathlubu fihi 'ilmun salakallahi thariqan ila al-jannah...
barang siapa menempuh satu jalan (kecil) pengetahuan, Allah akan membimbingnya ke jalan menuju surga...
21:17Purnama
amin..mengutip kampanye perdana SBY: SEMOGA KITA BISA BERSAMA-SAMA Ya...:)
21:18Fahd
oke, amiin...

Selasa, 17 Februari 2009

raperda pendidikan

Kamis, 04-12-08 | 21:29 | 473
Perubahan Itu Sudah Dimulai dari Gowa

Oleh: H Zainuddin Nawa (Alumnus FH-UII Yogyakarta, PPs STIEM Bongaya)

Kalau saja Bupati Gowa, H Ichsan Yasin Limpo di pengujung tahun ini dianugerahi penghargaan tertinggi berupa Anugrah "Setya Lencana Wira Karya" oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,

maka kalimat pantas dan wajarlah yang pertama terucap sebagai apresiasi dari sosok bupati pejuang sektor pendidikan itu.

Sejauh yang penulis kenal, sosok Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo bukanlah sosok yang berorientasi mengejar gelar penghargaan . Namun, program dan visi-misinya dalam mewujudkan Gowa sebagai andalan Sulsel dan sejajar dengan daerah maju lainnya di Indonesia, tidak bisa tidak, memang harus kejar target.

Apalagi waktu pilkada periode 2005-2010 lalu, Ichsan yang maju berpasangan H Abd Razak Badjidu, telanjur punya "ikatan" dengan rakyat Gowa dalam sebuah Kontrak Politik".

Perkara ini tidak mudah lantaran MoU (Memorandum of Understanding) antara kedua pasangan calon bupati ketika itu dengan rakyat yang bakal dipimpinnya kemudian hari, disaksikan oleh 45 anggota legislatif disertai statement "kesiapan untuk lengser keprabon (siap mundur) jika gagal memenuhi dalam setahun kepemimpinannya,

yakni terbangunnya 154 SPAS (Sanggar Pendidikan Anak Saleh) untuk seluruh Kelurahan dan Desa, terwujudnya 108 unit puskesmas pembantu, dan diberikannya subsidi buku wajib kepada 36.270 dari target sekitar 26.824 siswa.

Hanya delapan bulan, tiga strong point pembangunan itu sangat optimal hingga pencapaian 140 persen. SPAS telah menjadi percontohan nasional model pendidikan alternatif untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Menariknya, karena SPAS oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Depdiknas telah menyetujui untuk disetarakan dengan paket C atau setara SD.

Pendidikan informal ini, sungguhpun merupakan program pembelajaran alternatif bagi anak-anak usia produktif, kenyataannya dimanfaatkan pula oleh sebagian warga usia lanjut yang belum melek huruf dan angka.

Model pembelajaran ini cukup digemari warga pedesaan, mungkin karena para tutornya yang direkrut dari komunitas lokal, mampu membimbing dengan penekanan pada perbaikan akhlakul karimah, nilai-nilai agama, budaya daerah dan ilmu pengetahuan umum.

Adapun siswa direkrut secara gratis dari anak keluarga kurang mampu, terkebelakang, anak putus sekolah. Sanggar inipun diharapkan menjadi sarana perpustakaan desa dengan fasilitas sejumlah buku dari pemerintah daerah, termasuk menjadi barisan terdepan dalam memerangi "melek aksara".

Apakah capaian ini membuat sang bupati lantas berpuas dan berbangga diri? Sebagai seorang insan manusia biasa, sudah pasti ya, tapi menjadi figur dari "Strong Leader Government" sudah pasti berkeinginan bagaimana mengelola sebuah pemerintahan ini lebih "greget"

agar segera terjadi perubahan serta stabilitas sosial yang membawa dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat. Salah satu upaya percepatan perubahan adalah dengan menggebrak sektor pendidikan secara gratis tanpa mengabaikan segepok sektor lain,

semisal investasi yang bertumpu pada ekonomi rakyat dan sumber daya alam tersedia. Dengan demikian, masyarakat mempunyai daya tawar lebih kuat terhadap pemerintah, sehingga menghasilkan pertumbuhan disertai pemerataan lantaran terciptanya pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Sektor ekonomi rakyat dan investasi di Gowa sebagaimana dirilis Bank Indonesia (BI) tahun ini berada di urutan 10 besar untuk kabupaten/kota se Indonesia. Adapun besaran investasi masyarakat di berbagai bank pemerintah dan swasta yang ada di wilayah Gowa,

menunjukkan angka menggembirakan dengan nilai sekira 183 miliar pada 2008, sementara tiga tahun sebelumnya pada posisi 26 miliar. Indikasi dari adanya posisi tawar masyarakat jelas tidak lepas dari daya belinya setelah program pendidikan gratis dicanangkan di Gowa.

Perda Pendidikan Gratis

Langkah berani dan layak dipuji telah dilakukan Ichsan Yasin Limpo sebagai qonditio sine quo non dari berbagai kebijakan sejak dilantik pada 13 Agustus 2005, yakni berlakunya Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2008 tentang Pendidikan Gratis di Gowa.

Di tengah kesimpangsiuran antara ketentuan mahalnya anggaran pendidikan yang kian tak terjangkau, kualitas pengajaran makin tak bermutu, sistem pendidikan yang membingungkan dan praktik birokrasi masih mengedepankan komersialisasi,

oleh sang bupati dengan dukungan legislatif melakukan gebrakan, menghapus seluruh jenis pungutan yang selama ini telah mentradisi serta menjadi pungli yang dilegalkan oleh para guru, kepala sekolah dan komite sekolah.

Setidaknya ada 14 jenis pungutan telah di-haram-kan untuk dipungut dari orang tua siswa dan segala ongkos serta beban semua itu diambil alih oleh pemerintah daerah. Langkah taktis ini telah mejadi komitmen antara pelaku dan seluruh stokeholders pendidikan dengan bupati Gowa sejak dicanangkannya pendidikan gratis tahun lalu.

Sederet sanksi administratif bahkan delik hukum akan dikenakan bagi oknum yang lancang melabrak perda ini. Faktanya, sudah 9 kepala sekolah dan 3 kepala cabang dinas dinon-jobkan serta 2 guru honor diberhentikan setelah terbukti melakukan pungutan.

Sejujurnya, bukan hanya pendidikan dan kesehatan gratis telah lama dan sangat diharapkan oleh masyarakat Gowa yang masih punya stok sekira 20.864 jiwa di bawah garis kemiskinan dan termarjinalkan.

Lebih dari itu adalah tampilnya pemimpin "kharismatik-religius" dan "progresif- altruistis" yang pada simpulannya melahirkan "kekuatan simbolik" untuk membawa selaksa perubahan di Gowa.

Kekuatan kepemimpinan yang "progresif-altruistis" adalah type kepemimpinan dengan kekuatannya akan menolak atau mematahkan suatu keadaan status quo sebab pemerintahan menjadi stagnan jika tak mampu membawa perubahan yang signifikan.

Kesemua tindakan serta arah kebijakannya semata-mata dilandasi dari keinginan untuk melakukan perubahan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Begitupula kepemimpinan kharismatik-religius, semata-mata menempatkan moral dan kewibawaan yang dilandasi nilai-nilai kultural dan keagamaan sebagai "trace" dalam kepemimpinannya.

Talenta kepemimpinan Ichsan yang dikenal tegas dan tidak suka basa-basi itu secara instristik telah mengejawantahkan "kekuatan simbolik" yang memang dibutuhkan oleh sebuah daerah dengan keterlanjurannya memiliki "adagium" untuk menyejajarkan daerah termaju lainnya di Indonesia dalam kesejahteraan rakyat lahir-batin.

Sebagai putra Gowa, Ichsan dengan berbekal pengalaman politik ke-enterpreneurship tahu persis apa, bagaimana dan ke depan daerah ini melangkah, "sangkan paraning dumadi, ke mana arah kita menuju tanpa bekal pendidikan memadai maka ketertinggalan yang tinggal.

Siapapun akan mafhum tentang situasi dari berbagai krisis multidimensi yang mendera bangsa ini sejak 1997 menyusul rontoknya perekonomian global setelah negara adikuasa Amerika Serikat dilanda krisis tahun finansial ini.

Jangan dikira kehancuran ekonomi ini tidak berimplikasi terhadap rontoknya sistem sosial, politik, budaya tapi juga pada krisis sistem pemerintahan simbolik pusat hingga ke bebagai level pemerintahan di daerah.

Tanpa disadari oleh kita semua, meminjam istilah Yasraf A Piliang, bahwa selama ini, sebenarnya telah berlangsung semacam "krisis simbolik" atau ketidakmampuan sistem simbol yang ada untuk menciptakan citra positif ke-Indonesia-an yang menggiring ke sebuah situasi "degradasi simbolik".

Menurut peneliti ini, citra buruk Indonesia teramat menakutkan karena seluruh instrumen kelembagaan dari hulu hingga hilir (pusat dan daerah) kurang mencerminkan pencitraan positif.

Diperparah lagi oleh diseminasi secara global lewat berbagai media elektronik dan cetak yang diciptakan kelompok tertentu dari negara luar sehingga investor ragu-ragu menanamkan modalnya.

Solusinya adalah dibutuhkan pemimpin yang memiliki karakter kekuatan simbolik yang mampu menyatukan semua elemen masyarakat mencapai kesejahteraannya. Apalagi di era otonomi daerah kini,

dimungkinkan apresiasi dan kreativitas masing-masing pemimpin wilayah untuk berani tampil beda dengan wilayah atau daerah lainnya agar tampil menjadi kekuatan simbolik.

Pierre Bourdieu dalam Language and Symbolic Power (1991) menjelaskan bahwa kekuatan simbolik, yakni bagaimana di balik sebuah simbol beroperasi sebuah kekuasaan. Simbol, kata Pierre lagi, memiliki kekuatan untuk mengontruksi realitas yang bagai kekuatan sihir mampu menggiring orang agar memercayai,

mengakui dan mengubah pandangan mereka tentang realitas seseorang, sekelompok bahkan sebuah bangsa. Kekuatan simbol juga berfungsi sebagai alat pemersatu, melakukan perubahan, reformasi, transformasi, provokasi bahkan subversif.

Sejarah telah memproduksi berbagai "kekuatan simbolik positif" yang mampu menggerakkan, semisal Soekarno sebagai simbol anti-imperialisme, Hatta menjadi simbol koperasi Indonesia,

Nelson Mandela di Afrika Selatan adalah simbol anti-rasisme (apharteid), Gandhi di India menjadi simbol anti-kekerasan, Khomeini di Iran sebagai simbol revolusi Islam, Syahrul Yasin Limpo bersimbol anti-kebodohan dan kemelaratan di Sulsel.

Bagaimana di tingkat lokal Gowa? Sebagai bekas kerajaan besar yang pernah jaya dan memiliki dua pahlawan nasional sekaligus,

yakni Sultan Hasanuddin dan Syekh Yusuf al-Makassary Tuanta Salamaka, kekuatan simbolik positif bisa menjadi genre dan modal besar dalam menggerakkan mesin perubahan,

reformasi pendidikan lewat program semua gratis dan intelektual. Dalam relasi kekuatan simbolik lokal itu, tak salah kiranya jika predikat "Bupati Pejuang Pendidikan", Ichsan Yasin Limpo, juga dilambangkan sebagai simbol dari anti-kebodohan dan keterbelakangan. (*)
http://www.fajar.co.id

Bupati Gowa: Saya Sangat Serius dengan Pendidikan Gratis.

Bupati Gowa
Bupati Gowa: H Ichsan YL
Gowa, 13 Juni 2008. Pendidikan gratis. Bagi para calon kepala daerah yang bersaing di pilkada, pendidikan gratis sering dijadikan isu hangat untuk menarik simpati para pemilih. Tapi ketika mereka terpilih menjadi pemimpin, isu ini juga hilang bersama angin. Berbeda dari calon kepala daerah, bagi Ichsan Yasin Limpo yang kini menjabat sebagai Bupati Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pendidikan gratis adalah sebuah strategi besar untuk mencapai visi masa depan di kabupatennya.

“Gowa akan maju jika kabupaten ini memiliki sumber daya manusia yang berkualitas tinggi, dan itu hanya bisa dicapai jika anak-anak bisa mendapatkan pendidikan yang baik,” ujar Ichsan saat menerima tim MCPM di ruang kerjanya, Kamis pagi (12/06)

Program pendidikan gratis mulai diresmikan di Gowa pada Maret 2008, tepatnya pada saat rapat koordinasi bidang pendidikan (26/03) yang dihadiri oleh 1.000 peserta, termasuk anggota DPRD, pejabat kantor dinas pendidikan, guru dan kepala sekolah.

“Hampir empat jam saya berdiri di depan mereka. Saya harus menjelaskan secara detil mengapa program ini penting. Proses diskusinya berjalan secara interaktif. Setiap ada pertanyaan langsung saya jawab, dan mereka pun langsung bisa menanggapi jawaban tersebut. Saya tak keberatan melakukan hal itu, asalkan mereka bisa memahami secara baik dan mau mendukung program ini,” ujarnya semangat.

Pemerintahan yang dipimpinnya juga menetapkan Peraturan Pemerintah (Perda) No. 4 tahun 2008 untuk mengatur pendidikan gratis. Satu dari peraturan tersebut menyebutkan tentang alokasi anggaran pendidikan. Kabupaten Gowa memiliki total APBD sebesar Rp. 565 milyar telah anggaran sebesar 21,6 % untuk bidang pendidikan, di luar gaji dan tunjangan bagi para guru.

Dengan alokasi ini, para siswa yang bersekolah di sekolah negeri tidak perlu lagi membayar uang sekolah. Kebijakan ini diterapkan dari tingkat sekolah dasar hingga menengah umum dan kejuruan. Perda ini juga membebaskan orang tua dari 14 biaya pendidikan lainnya yang selama ini harus mereka bayar, seperti biaya seragam, biaya ujian dan biaya Lembar Kerja Siswa (LKS).

“Jadi, dengan program ini orang tua hanya menyekolahkan anaknya. Itu saja,” tegasnya.

Situasi ekonomi sekarang ini, ujarnya lagi, telah membuat hidup masyarakat menjadi berat. Apalagi setelah pemerintah menaikan harga BBM. Menurutnya, Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan kepada rakyat miskin juga tak akan membantu terlalu banyak jika para orang tua tetap harus membayar pendidikan anak-anaknya. “Mereka akan berpikir dua kali untuk menyekolahkan anak, atau malah tidak berpikir sama sekali mengenai pendidikan. Anak-anak harus berhenti sekolah dan mencari pekerjaan. Akibatnya, kemiskinan kan terus mengikuti kehidupan mereka. Itu sebabnya pendidikan gratis benar-benar dibutuhkan sekarang ini!” ujarnya.

Di Kabupaten Gowa, layanan pendidikan gratis juga diberikan kepala sekolah, guru dan sekolah. Peningkatan tunjangan guru diberikan dengan mengurangi biaya operasional. “Kami bekerja sama dengan pihak bank untuk menyalurkan gaji guru ke sekolah. Sehingga mereka tak perlu lagi mengeluarkan uang untuk mengambil gaji di kota,”

Pelajar GowaIchsan juga membuat sistem yang memastikan bahwa program ini akan berjalan baik. Ia menyediakan layanan telepon dan mengijinkan siapapun untuk menelpon atau mengirimkan pesan jika mereka mengeluhkan program ini.

“Handphone saya aktif 24 jam. Jika ada indikasi korupsi dalam program ini mereka bisa langsung melaporkannya kepada saya,” tegasnya lagi.

Ia mencontohkan sebuah kasus dimana seorang kepala sekolah terpaksa diperiksa karena dituduh mengambil uang untuk pembelian LKS. Kepala sekolah ini kemudian dihukum secara administrative dan hukum.

“Ini bukan kasus pertama dan saya sangat serius menangani masalah ini,” ujar adik kandung Gubernur Sulawesi Selatan ini.

Ia menambahkan, dalam perda juga diatur mengenai keterlibatan polisi, kantor kejaksaaan dan pengadilan untuk mendukung program ini.

Lantas, bagaimana dengan sekolah-sekolah yang dibangun melalui AIBEP? Apakah bupati ini juga akan memberikan perhatian terhadap kegiatan di sekolah AIBEP? Dengan cepat Ichsan segera menjawab, “Tentu saja saya akan lakukan. Meskipun AusAID belum memintanya, saya pasti akan mengawasi kegiatan di sekolah AIBEP di Gowa, sebab program ini telah menjadi bagian dari program kami,”

AIBEP dan Kabupaten Gowa, ujar Ichsan, memiliki persamaan tujuan untuk menyediakan pendidikan gratis dengan kualitas yang lebih baik bagi anak-anak. “Jadi, untuk memastikan bahwa anak-anak tak akan pernah tersentuh kemiskinan, Kita para orang tua-pemerintah dan lembaga donor harus bekerja sama untuk mensukseskan program ini.”
Gowa Gratiskan Pendidikan sampai SMA


Dari: "cakba...@yahoo.co.id"

Contoh yg baik. Bisakah daerah lain mencontoh Gowa?

-
Agus Hamonangan wrote:
> http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2009/01/22/ 01054343/ gowa.gratiskan. pendidikan. sampai.sma
> Makassar, Kompas - Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sejak
> tahun 2007 tak hanya menggratiskan pendidikan jenjang SD-SMP, tetapi
> juga hingga SMA atau yang sederajat. Didukung peraturan daerah dan
> peraturan bupati, pendidikan gratis berjalan tanpa hambatan karena
> sangat jelas jenis pungutan yang dilarang terkait operasional sekolah.
> "Pakaian seragam sekolah dan sepatu pun tidak kami haruskan karena
> komponen semacam itu sangat potensial diwarnai pungutan. Siswa yang
> tidak punya pakaian seragam dan sepatu dipersilakan masuk sekolah
> dengan pakaian bebas asal rapi," kata Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo,
> Rabu (21/1).
> Bupati yang mendapatkan penghargaan dari Presiden Susilo Bambang
> Yudhoyono Desember 2008 atas prestasinya dalam bidang pendidikan itu
> menyatakan heran atas munculnya kegagapan sejumlah pejabat pendidikan
> dalam menjalankan pendidikan gratis (Kompas, 21/1).
> Ia menegaskan, pendidikan gratis merupakan wujud sinergi antara
> pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota.
> Model sinergi tersebut kemudian dituangkan dalam peraturan daerah dan
> peraturan bupati. Bahkan, dengan adanya sinergi ketiga lapis
> pemerintah itu, pendidikan gratis bisa ditingkatkan pada jenjang
> SMA/MA/SMK.
> 14 jenis larangan
> Salah satu pasal Peraturan Daerah Kabupaten Gowa No 4/2008 melarang
> kepala sekolah/ guru melakukan pungutan dalam bentuk apa pun kepada
> orangtua siswa. Komite sekolah pun dilarang melakukan hal serupa.
> Sebagai patokan, dicantumkan 14 jenis pungutan yang dilarang: (1)
> bantuan pembangunan, (2) bantuan dengan alasan dana sharing, (3)
> pembayaran buku, (4) iuran Pramuka, (5) lembar kerja siswa, (6) uang
> perpisahan, (7) uang foto, (8) uang ujian, (9) uang ulangan/semester,
> (10) uang pengayaan/les, (11) uang rapor, (12) uang penulisan ijazah,
> (13) uang infak, (14) serta segala jenis pungutan yang membebani siswa
> dan orangtua.
> "Dua tahun terakhir, sebanyak sembilan guru/kepala sekolah yang
> terpaksa dibebastugaskan lantaran melanggar aturan itu, termasuk
> seorang di antaranya saudara sepupu bupati," ujar Zainuddin Kaiyum,
> Kepala Kantor Informasi dan Humas Kabupaten Gowa.
> Eddy Chandra, Kepala Seksi Subsidi Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa,
> menyebutkan, sekitar Rp 11 miliar dana APBD Kabupaten Gowa
> dialokasikan untuk pendidikan gratis. Jumlah itu mencapai 21,26 persen
> dari APBD Kabupaten Gowa.
> "Masyarakat boleh menyumbang ke sekolah, tetapi dengan syarat di
> sekolah bersangkutan si penyumbang tidak punya sanak famili. Ini agar
> siswa naik kelas dan lulus ujian secara obyektif," kata Eddy.
> Improvisasi BOS
> Di Bandung, Pemerintah Kota Bandung melakukan improvisasi kebijakan
> dalam melaksanakan program pendidikan dasar gratis. Improvisasi itu
> salah satunya berupa program bantuan operasional sekolah (BOS)
> berkategori.
> Pemkot Bandung mulai tahun ini menganggarkan BOS pendamping senilai Rp
> 325,3 miliar. Dana sebesar ini digunakan untuk membebaskan 357.813
> siswa SD dan SMP, baik negeri ataupun swasta, di Bandung dari pungutan
> dana sumbangan pendidikan dan iuran bulanan (SPP). Namun, berbeda
> dengan BOS pusat, besaran dana ini dibuat dalam kategori atau
> diklasifikasikan berdasarkan kondisi sekolah.
> Untuk SD, besaran pagu dibagi dalam lima kategori, mulai dari Rp
> 200.000 hingga Rp 350.000 per siswa tiap tahun. "Adapun SMP berkisar
> Rp 550.000 hingga Rp 700.000," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota
> Bandung Oji Mahroji. (NAR/JON)






Wal Suparmo

Salam,
Uang pendidikan gratis, biasanya yang dimaksudkan adalah IURAN SEKOLAH yang gratis sedangkan 14 macam pungutan lain yang dilarang masih harus dibuktikan apakah masih JALAN TERUS seperti BIASA( business as usual) setelah 1 tahun atau apakah terbukti tidak ada lagi..

Wsaalam,
Wal Suparmo

--- Pada Jum, 23/1/09, cakba...@yahoo.co.id menulis:

Dari: cakba...@yahoo.co.id


Contoh yg baik. Bisakah daerah lain mencontoh Gowa?

- Sembunyikan teks kutipan -
- Tampilkan teks kutipan -
Agus Hamonangan wrote:
> http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2009/01/22/ 01054343/ gowa.gratiskan. pendidikan. sampai.sma
> Makassar, Kompas - Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sejak
> tahun 2007 tak hanya menggratiskan pendidikan jenjang SD-SMP, tetapi
> juga hingga SMA atau yang sederajat. Didukung peraturan daerah dan
> peraturan bupati, pendidikan gratis berjalan tanpa hambatan karena
> sangat jelas jenis pungutan yang dilarang terkait operasional sekolah.
> "Pakaian seragam sekolah dan sepatu pun tidak kami haruskan karena
> komponen semacam itu sangat potensial diwarnai pungutan. Siswa yang
> tidak punya pakaian seragam dan sepatu dipersilakan masuk sekolah
> dengan pakaian bebas asal rapi," kata Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo,
> Rabu (21/1).
> Bupati yang mendapatkan penghargaan dari Presiden Susilo Bambang
> Yudhoyono Desember 2008 atas prestasinya dalam bidang pendidikan itu
> menyatakan heran atas munculnya kegagapan sejumlah pejabat pendidikan
> dalam menjalankan pendidikan gratis (Kompas, 21/1).
> Ia menegaskan, pendidikan gratis merupakan wujud sinergi antara
> pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota.
> Model sinergi tersebut kemudian dituangkan dalam peraturan daerah dan
> peraturan bupati. Bahkan, dengan adanya sinergi ketiga lapis
> pemerintah itu, pendidikan gratis bisa ditingkatkan pada jenjang
> SMA/MA/SMK.
> 14 jenis larangan
> Salah satu pasal Peraturan Daerah Kabupaten Gowa No 4/2008 melarang
> kepala sekolah/ guru melakukan pungutan dalam bentuk apa pun kepada
> orangtua siswa. Komite sekolah pun dilarang melakukan hal serupa.
> Sebagai patokan, dicantumkan 14 jenis pungutan yang dilarang: (1)
> bantuan pembangunan, (2) bantuan dengan alasan dana sharing, (3)
> pembayaran buku, (4) iuran Pramuka, (5) lembar kerja siswa, (6) uang
> perpisahan, (7) uang foto, (8) uang ujian, (9) uang ulangan/semester,
> (10) uang pengayaan/les, (11) uang rapor, (12) uang penulisan ijazah,
> (13) uang infak, (14) serta segala jenis pungutan yang membebani siswa
> dan orangtua.
> "Dua tahun terakhir, sebanyak sembilan guru/kepala sekolah yang
> terpaksa dibebastugaskan lantaran melanggar aturan itu, termasuk
> seorang di antaranya saudara sepupu bupati," ujar Zainuddin Kaiyum,
> Kepala Kantor Informasi dan Humas Kabupaten Gowa.
> Eddy Chandra, Kepala Seksi Subsidi Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa,
> menyebutkan, sekitar Rp 11 miliar dana APBD Kabupaten Gowa
> dialokasikan untuk pendidikan gratis. Jumlah itu mencapai 21,26 persen
> dari APBD Kabupaten Gowa.
> "Masyarakat boleh menyumbang ke sekolah, tetapi dengan syarat di
> sekolah bersangkutan si penyumbang tidak punya sanak famili. Ini agar
> siswa naik kelas dan lulus ujian secara obyektif," kata Eddy.
> Improvisasi BOS
> Di Bandung, Pemerintah Kota Bandung melakukan improvisasi kebijakan
> dalam melaksanakan program pendidikan dasar gratis. Improvisasi itu
> salah satunya berupa program bantuan operasional sekolah (BOS)
> berkategori.
> Pemkot Bandung mulai tahun ini menganggarkan BOS pendamping senilai Rp
> 325,3 miliar. Dana sebesar ini digunakan untuk membebaskan 357.813
> siswa SD dan SMP, baik negeri ataupun swasta, di Bandung dari pungutan
> dana sumbangan pendidikan dan iuran bulanan (SPP). Namun, berbeda
> dengan BOS pusat, besaran dana ini dibuat dalam kategori atau
> diklasifikasikan berdasarkan kondisi sekolah.
> Untuk SD, besaran pagu dibagi dalam lima kategori, mulai dari Rp
> 200.000 hingga Rp 350.000 per siswa tiap tahun. "Adapun SMP berkisar
> Rp 550.000 hingga Rp 700.000," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota
> Bandung Oji Mahroji. (NAR/JON)




cakbagio@yahoo.co.id

Salam Pak WS. Dengan adanya Perda di Gowa yg mengatur itu, ada hukum administrasi yg bisa ditegakkan. Kalau Perda itu tak ditegakkan dg baik ya percuma. Hukum tergantung penegaknya. Kepala daerah merupakan penegak hukum administrasi dlm pemerintahan daerahnya. Kata Rasulullah SAW, iman bisa melar bisa mengkeret. Kita lihat aja apa iman Bupati Gowa terus melar apa malah akan mengkeret. Mudah-mudahan dia bisa jadi intan di antara tumpukan kotoran kepemimpinan di negara ini.

Wassalam.

Wal Suparmo wrote:
> Salam,
> Uang pendidikan gratis, biasanya yang dimaksudkan adalah IURAN SEKOLAH yang gratis sedangkan 14 macam pungutan lain yang dilarang masih harus dibuktikan apakah masih JALAN TERUS seperti BIASA( business as usual) setelah 1 tahun atau apakah terbukti tidak ada lagi..
> Wsaalam,
> Wal Suparmo




halim hd

mungkin bisa studi banding dengan baik ke daerah jembrana, musi banyuasin; di sana pendidikan dan kesehatan gratis.

--- On Fri, 1/23/09, cakba...@yahoo.co.id wrote:
From: cakba...@yahoo.co.id


Salam Pak WS. Dengan adanya Perda di Gowa yg mengatur itu, ada hukum administrasi yg bisa ditegakkan. Kalau Perda itu tak ditegakkan dg baik ya percuma. Hukum tergantung penegaknya. Kepala daerah merupakan penegak hukum administrasi dlm pemerintahan daerahnya. Kata Rasulullah SAW, iman bisa melar bisa mengkeret. Kita lihat aja apa iman Bupati Gowa terus melar apa malah akan mengkeret. Mudah-mudahan dia bisa jadi intan di antara tumpukan kotoran kepemimpinan di negara ini.

Wassalam.

------------------------------------




Yuliati Soebeno
Gak usah jauh-jauh mencontoh Gowa, lha wong negara tetangga yang dekat, yaitu THAILAND, sudah bertahun-tahun memberikan PENDIDIKAN GRATIS bagi rakyatnya, dari SD sampai dengan SMA!!

Indonesia, dengan hasil bumi yang melimpah ruah, dan kekayaan alam yang sangat besar.......PENDIDIKAN-nya selalu kalah dengan negara-negara Tetangga lain-nya! Menyedihkan bukan?

Salam,
Yuli

--- On Thu, 1/22/09, cakba...@yahoo.co.id wrote:

From: cakba...@yahoo.co.id
Subject: RE: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Gowa Gratiskan Pendidikan sampai SMA
To: "Agus Hamonangan"
Cc: "Forum-Pembaca-Kom...@yahoogroups.com"
Date: Thursday, January 22, 2009, 10:49 PM

Contoh yg baik. Bisakah daerah lain mencontoh Gowa?

- Sembunyikan teks kutipan -
- Tampilkan teks kutipan -
Agus Hamonangan wrote:
> http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2009/01/22/ 01054343/ gowa.gratiskan. pendidikan. sampai.sma
> Makassar, Kompas - Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sejak
> tahun 2007 tak hanya menggratiskan pendidikan jenjang SD-SMP, tetapi
> juga hingga SMA atau yang sederajat. Didukung peraturan daerah dan
> peraturan bupati, pendidikan gratis berjalan tanpa hambatan karena
> sangat jelas jenis pungutan yang dilarang terkait operasional sekolah.
> "Pakaian seragam sekolah dan sepatu pun tidak kami haruskan karena
> komponen semacam itu sangat potensial diwarnai pungutan. Siswa yang
> tidak punya pakaian seragam dan sepatu dipersilakan masuk sekolah
> dengan pakaian bebas asal rapi," kata Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo,
> Rabu (21/1).
> Bupati yang mendapatkan penghargaan dari Presiden Susilo Bambang
> Yudhoyono Desember 2008 atas prestasinya dalam bidang pendidikan itu
> menyatakan heran atas munculnya kegagapan sejumlah pejabat pendidikan
> dalam menjalankan pendidikan gratis (Kompas, 21/1).
> Ia menegaskan, pendidikan gratis merupakan wujud sinergi antara
> pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota.
> Model sinergi tersebut kemudian dituangkan dalam peraturan daerah dan
> peraturan bupati. Bahkan, dengan adanya sinergi ketiga lapis
> pemerintah itu, pendidikan gratis bisa ditingkatkan pada jenjang
> SMA/MA/SMK.
> 14 jenis larangan
> Salah satu pasal Peraturan Daerah Kabupaten Gowa No 4/2008 melarang
> kepala sekolah/ guru melakukan pungutan dalam bentuk apa pun kepada
> orangtua siswa. Komite sekolah pun dilarang melakukan hal serupa.
> Sebagai patokan, dicantumkan 14 jenis pungutan yang dilarang: (1)
> bantuan pembangunan, (2) bantuan dengan alasan dana sharing, (3)
> pembayaran buku, (4) iuran Pramuka, (5) lembar kerja siswa, (6) uang
> perpisahan, (7) uang foto, (8) uang ujian, (9) uang ulangan/semester,
> (10) uang pengayaan/les, (11) uang rapor, (12) uang penulisan ijazah,
> (13) uang infak, (14) serta segala jenis pungutan yang membebani siswa
> dan orangtua.
> "Dua tahun terakhir, sebanyak sembilan guru/kepala sekolah yang
> terpaksa dibebastugaskan lantaran melanggar aturan itu, termasuk
> seorang di antaranya saudara sepupu bupati," ujar Zainuddin Kaiyum,
> Kepala Kantor Informasi dan Humas Kabupaten Gowa.
> Eddy Chandra, Kepala Seksi Subsidi Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa,
> menyebutkan, sekitar Rp 11 miliar dana APBD Kabupaten Gowa
> dialokasikan untuk pendidikan gratis. Jumlah itu mencapai 21,26 persen
> dari APBD Kabupaten Gowa.
> "Masyarakat boleh menyumbang ke sekolah, tetapi dengan syarat di
> sekolah bersangkutan si penyumbang tidak punya sanak famili. Ini agar
> siswa naik kelas dan lulus ujian secara obyektif," kata Eddy.
> Improvisasi BOS
> Di Bandung, Pemerintah Kota Bandung melakukan improvisasi kebijakan
> dalam melaksanakan program pendidikan dasar gratis. Improvisasi itu
> salah satunya berupa program bantuan operasional sekolah (BOS)
> berkategori.
> Pemkot Bandung mulai tahun ini menganggarkan BOS pendamping senilai Rp
> 325,3 miliar. Dana sebesar ini digunakan untuk membebaskan 357.813
> siswa SD dan SMP, baik negeri ataupun swasta, di Bandung dari pungutan
> dana sumbangan pendidikan dan iuran bulanan (SPP). Namun, berbeda
> dengan BOS pusat, besaran dana ini dibuat dalam kategori atau
> diklasifikasikan berdasarkan kondisi sekolah.
> Untuk SD, besaran pagu dibagi dalam lima kategori, mulai dari Rp
> 200.000 hingga Rp 350.000 per siswa tiap tahun. "Adapun SMP berkisar
> Rp 550.000 hingga Rp 700.000," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota
> Bandung Oji Mahroji. (NAR/JON)





Anda harus Masuk agar dapat memposting pesan.
Untuk memposting pesan, Anda harus terlebih dahulu bergabung ke grup ini.
Perbarui nama panggilan Anda pada halaman pengaturan langganan sebelum memposting.
Anda tidak memiliki izin yang diperlukan untuk memposting.


Lisman Manurung
Lihat profil
Pilihan lainnya 26 Jan, 13:05
Dari: Lisman Manurung
Tanggal: Sun, 25 Jan 2009 22:05:10 -0800 (PST)
Lokal: Sen 26 Jan 2009 13:05
Perihal: RE: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Gowa Gratiskan Pendidikan sampai SMA
Balas | Balas ke penulis | Teruskan | Cetak | Masing-masing pesan | Tampilkan aslinya | Laporkan pesan ini | Cari pesan menurut penulis ini
Gratis uang sekolah dilakukan oleh berbagai negara. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah keadilan bagi yang menerima. Gratis-gratisan bisa berujung pada rendahnya mutu pengajaran. Jika yang memperoleh gratisan itu adalah anak-anak orang kaya (kokay, kata orang Jakarta) sementara kesejahteraan guru tidak diperhatikan, maka di dalam jangka panjang, akan terjadi kemunduran mutu, dan kemudian berubah menimbulkan banyaknya guru mengajar les berbayar.

Jadi, keinginan yang yang baik hendaknya selalu diupayakan agar realistis. Perda itu adalah 'sesuatu' yang realistis, demikian kata teori public policy. Perda adalah kebijakan publik, yang notabene bukan semata-mata 'diterima' rakyat untuk dipatuhi saja, tetapi juga kerap 'diabaikan' jika memang dinilai tidak adil.





--- On Sat, 1/24/09, cakba...@yahoo.co.id wrote:

From: cakba...@yahoo.co.id
Subject: RE: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Gowa Gratiskan Pendidikan sampai SMA
To:
Cc: "Forum-Pembaca-Kom...@yahoogroups.com"
Date: Saturday, January 24, 2009, 11:10 AM

Salam Pak WS. Dengan adanya Perda di Gowa yg mengatur itu, ada hukum administrasi yg bisa ditegakkan. Kalau Perda itu tak ditegakkan dg baik ya percuma. Hukum tergantung penegaknya. Kepala daerah merupakan penegak hukum administrasi dlm pemerintahan daerahnya. Kata Rasulullah SAW, iman bisa melar bisa mengkeret. Kita lihat aja apa iman Bupati Gowa terus melar apa malah akan mengkeret. Mudah-mudahan dia bisa jadi intan di antara tumpukan kotoran kepemimpinan di negara ini.

Wassalam.

------------------------------------


=====================================================


Pemda Harus Buat Perda Sumbangan Sekolah
Selasa, 27-Januari-2009, 14:43:40 Klik: 63 Kirim-kirim Print version
Web hosting murah. Gratis MP4 Player 8GB !
ShareThis
Jakarta, Kominfo Newsroom -– Pemerintah daerah diminta mengatur keberadaan pungutan atau sumbangan pendidikan di masing-masing sekolah guna mengantisipasi pihak sekolah yang sudah mendapatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) melakukan penyimpangan dengan mengatasnamakan sumbangan pendidikan.

''P emda harus membuat aturan lewat perda, supaya sumbangan atau pungutan liar di sekolah bisa diminimalisir, dan hal itu sudah ditegaskan Mendiknas,'' ujar Direktur Pembinaan SMP Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas, Didik Suhardi, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/1).

Selama ini banyak sekali pengaduan yang berkaitan dengan masih adanya sejumlah sumbangan yang masuk kategori biaya operasional dan investasi sekolah, padahal sekolah negeri maupun swasta di tingkat SD dan SMP yang sudah menerima BOS tidak lagi diperkenankan mengadakan pungutan berlebih.

Meski demikian, jika ada pihak wali murid yang ingin memberikan sumbangan kepada sekolah, tetap diperbolehkan, kata Didik Suhardi.

Dengan demikian, sifatnya tidak tetap, tidak mengikat dan tidak ditentukan besarannya. ''Kalau yang namanya sumbangan itu ya harus sukarela. Tidak boleh pihak sekolah mengatakan itu sebagai sumbangan kalau sifatnya mengikat, ditentukan besarannya dan tetap waktunya,'' kata Didik.

Keberada an Perda sumbangan sekolah pun nantinya harus dilihat sebagai sebuah antisipasi atas pembenaran pungutan lain di luar dana BOS, dan jangan sampai perda justeru melegalisir adanya pungutan atau sumbangan liar di sekolah.

Sepert i tahun-tahun sebelumnya, dana BOS akan dikucurkan pertahap, yakni Januari-Maret; April-Juni; Juli-September dan Oktober-Desember. Untuk tahap pertama, dipastikan sampai ke masing-masing rekening sekolah pada Februari. Besaran dana yang akan dikucurkan pada tahap awal dari Februari hingga Maret 2009 sebesar Rp4 triliun.

''Juml ah itu akan diberikan kepada 9,4 juta siswa SMP dan 27,1 juta siswa SD di seluruh Indonesia,'' kata Didik Suhardi, seraya menambahkan, terjadi kenaikan unit cost untuk masing-masing siswa SD dan SMP pada tahun ini.

Masing-mas ing per tahun untuk siswa SD di kota Rp 400.000, siswa SD di kabupaten Rp397.000, untuk SMP di kota Rp575.000 dan SMP di kabupaten Rp570.000.

Meng enai jenis masuk kategori satuan biaya BOS, Didik mengatakan tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya yakni untuk Penerimaan Siswa Baru (PSB), kegiatan operasional sekolah, pemeliharaan kebersihan dan kerusakan sekolah, pendidikan dan pelatihan guru, kegiatan kesiswaan, pendagaan kertas ujian dan beberapa item lainnya.

''Yang baru hanya pembelian komputer. Ditetapkan untuk SD maksimal punya 1 unit komputer, SMP maksmimal 2 unit. Kenapa maksimal? Supaya jangan sampai semua uang BOS untuk beli komputer saja,'' ujar Didik.

Saat ini BOS baru mampu mengcover sekitar 70 persen pembiayaan pendidikan masing-masing siswa. Karena itu, sesuai PP 48/2008 tentang pendanaan pendidikan, pemerintah pusat dan daerah sama-sama bertanggung jawab. ''Apalagi yang namanya biaya investasi seperti uang gedung, itu sudah menjadi tanggung jawab Pemda,'' kata Didik.

Karena itu, bagi siapa saja kepala sekolah, khususnya SMP di tanah air yang masih mewajibkan orang tua murid memberikan sumbangan padahal sudah menerima dana BOS, bisa diadukan lewat telepon bebas pulsa di 08001401299 atau 021-5725980. Atau bisa juga ke nomor Fax 021-5731070 dan 021-5725645..(T.Ad/toeb )
http://www.endonesia.com

Doa Kawan untuk Pernikahan Kami

  • " Barakallahu Kang..Selamat ya bwt Akang&Teteh moga jadi keluarga "samara" saikinah, mawadah, dan rahmah serta melahirkan generasi rabbani pewaris negeri ini, penyambut estafeta perjuangan para rasul dan ulama! Sedih eung Rah ga bisa dateng karena mudik" :( SARAH, HMJ PPB (02/12/08, 9:48 AM )
  • Pidua ti akang sekeluarga..sing lancar dugi ka sateterasna.. ANGGA, Darul Arqam 15team (04/12/08, 5:07 pm)
  • Alhmd.kabar baik. cumabaru sakit demam flu. saya masih di purwakarta. SELAMAT YA..SEMOGA ALLAH MEMBERKAHI DAN TERBINA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WA RAHMAH SERTA NANTI DIKARUNIAI GENERASI UNGGUL BAGI AGAMA DAN UMMAT MANUSIA. Amin :) IMADUDDIN, AMM Purwakarta (04/12/08, 5:14 pm)
  • Al hamdulillah damang Pur ! hehe...Mabruk,mudah2an jadi keluarga nu barokah micinta tur dipicinta Allah Swt. Amin RIDWAN, AMM Purwakarta ( 04/12/08, 6:26 pm)
  • Asslm. Have U slept Well? Sorry I can't Give You anything..I just wanna support for The Day My brother become Truly Imam..Tomorrow is History of Your Life ..Everything will be Change after Akad.. You're become husband and make a deal with ALLAH to take care your wife..Do the best...Prepare your self...Prepare everything..i'm proud of you...May Allah Bless ur marriage..Amin. MECHA, PPB 2003 (05/12/08, 11:21 pm)
  • a. Hatur nuhun duana. sugan atuh barokah tina nikah janten rezeki lulus PNS. Wilujeng peu...beu....yi. kadeh ulah dugika kalepasan nga.....salam ka Nita (06/12/08, 4:45 pm) b. tah geuning alhamdulillah! wilujeng yi, pokokna upami tos janten urang bandung barat, teras ngabentuk muhammadiyah KBB. Urang siliduakeun. REZA AS, ALUMNI IRM (24/12/08, 2:28 pm)
  • "Artinya, semua adalah bagian perjuangan. Gimana, bulan madu kemana?" AIM. RAIS, ALLUMNI IRM (20/01/09, 12:17 pm)
  • "Do'a cinta sang pengantin.. Ya Allah..Anai kau berikan..limpahkanlah kepada kami cinta yang kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khadijah al Kubro yang kau jadikan mata dan kasih sayang Ali bin abi Thalib dan Az-zahra yang kau jadikan penghias keluarga nabi-Mu..kang Semoga langgeng ya..dan menjadi keluarga yang sa, ma,ra.. Amin "AJI PARUNG, PD IPM BOGOR (06/12/08, 9:54 pm)
  • "Sami-sami, Ingat smua hitungan pun berawal dari nol. Artinya kita butuh belajar untuk bisa sesuatu. Termasuk memaknai hidup. Selamat membangun hidup baru" KANG HAJI MUBY, PPB UPI(09/01/09, 7:51 pm)

Minggu, 15 Februari 2009

dialog dengan penulis muda

5:23pmPurnama

salam...

halo fahd..dah wisudakkah?
5:23pmFahd

salam...

insya allah 14 maret besok wisuda, kang

eh, selamat atas pernikahannya. punten teu dongkap da teu diulem... hehehe
5:24pmPurnama

wah...BARAKALLAHU ya...

hehe..jadi saya yang barakallah deh ke fahd..
5:24pmFahd

insyalallah... barakallhu lakuma...
5:25pmPurnama

haha...fahd kan dah jadi penulis terkenal..mana mau datang ke nikahan kang pur di canjur..hehe..
5:26pmFahd

hehe... bisa aja kang pur. ke cianjur mah atuh saya pulang kampung... kenapa enggak? hehe
5:27pmPurnama

o iya ya...mang masih ada sanak family di cianjur?dimananya?saya di cipanas, cilengsar..
5:28pmFahd

saya mah di ciranjang...
5:29pmPurnama

oh..di deket desa yang mayoritas ahlul kitab?
5:29pmFahd

wah sigana ka orang IC nikahanna? hehe
5:30pmPurnama

yup betul bgt..ke anak ICM angkatan sma lulus 2004

fahd kayanya bakal terus di jogja ya?
5:31pmFahd

hehe. iya, soalnya kemarin temen-temen ICM angkatan 2004 nu di jogja kadaritu ceunah... abdi mah mung nguping kabarna wungkul...

hehe

duka atuh kang, tapi kayaknya setahun ini masih di jogja. ada sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan di kantor.
5:32pmPurnama

wah?saha wae temen icm na?

kalo lihat atmoshper berkarya sih kayanya bagus jogja ya fahd..
5:34pmFahd

ya, di mana aja sama sih kang... di jogja ge saya ke bandung dan jakarta hampir sebulan sekali untuk beberapa kegiatan kreatif di sana.

Khairul Anshori sareng Ma'ruf kamari nu kaditu
5:35pmPurnama

kalo orangnya dah kuat mental sih gapapa...

kaya sahabat fahd..dewi lestari..

kan milih di bandung homebasenya..

tapi bagi sebagian orang lagi..bandung tuh terlalu nyaman...

ga bawa suasana kompetitif..haha..
5:36pmFahd

tapi Dee udah pindah ke Jakarta sekarang, kang. di BSD Tangerang tepatnya

iya, hehe
5:36pmPurnama

beda-beda siy tiap orang teh..

oya? baru tahu saya..
5:37pmFahd

udah setahunan lah

sibuk naon ayeuna kang?
5:38pmPurnama

iya mungkin setelah dewi divorce ya...:):)

haha...nganggur fahd..
5:39pmPurnama

melakukan hal yang paling membosankan kata salahsatu tulisan fahd mah..

menunggu...
5:40pmFahd

hehe

menunggu naon atuh kang?
5:40pmPurnama

kemarin keterima cpns

di bandung barat

sekarang lagi nunggu SK
5:41pmFahd

wah.. selamat kang. di kab baru yeuh...

sekarang bukan CPNS lagi atuh kalo udah diterima. tinggal nunggu pengangkatan dan SK, alhamdulillah...
5:41pmPurnama

iya mencoba peruntungan..

rencananya sambil buka usaha sama istri..
5:42pmFahd

wah. cocik.
5:43pmPurnama

cocok?koq bisa bilang cocok?
5:44pmFahd

ya cocik, istri juga diberi ruang berekspresi...

hehe
5:44pmPurnama

yup...doain ya..
5:45pmFahd

sip
5:46pmFahd is offline.

Sabtu, 14 Februari 2009

sebuah percakapan

BUZZ!!!
muhammad darraz: salam
muhammad darraz: panganten anyar
Purnama Sidik: tos rada lami yi....
Purnama Sidik: iraha atuh nyusul?
muhammad darraz: atos abdi mah
Purnama Sidik: atos naon?
muhammad darraz: naon weh
Purnama Sidik: ah teu jelas filosof mahhhh
muhammad darraz: jelas dan tidak jelas bukan karena objeknya, tapi lebih pada kemampuan subjeknya
muhammad darraz: kemampuan subjek untuk mengetahui secara jelas ato tdk
muhammad darraz:
Purnama Sidik: itu kan menurut kaum fenomenolog...antum ga bisa egois gitu dong..
muhammad darraz: objek itu terjadi apa adanya, dan ada apa adanya
muhammad darraz: sedangkan subjek sering keliru menafsirkan/memahaminya
Purnama Sidik: jadi..apa apanya domg atuh?hehe...
muhammad darraz: hahaha
Purnama Sidik: tosng kerung teuing atuh pa filosof....bilih............
muhammad darraz: ningal potona mah, pun bojo teh geulis oge euy
Purnama Sidik: eh muhun atuh....saha heula carogena!
muhammad darraz: mudah2 sy tdk terjebak pada kesalahan kaum empiris yah
muhammad darraz: hehehe
Purnama Sidik: tapi tong ganggu awas!
muhammad darraz: dan mudah2an sy juga tidak hanya berpendapat sebagai fenomenolog saja...hehehe
muhammad darraz: karena yg saya lihat adalah fenomena photo...hehehe
Purnama Sidik: Yi...rada serius sakediknya...
Purnama Sidik: saya tidak belajar khusus jurusan filsafafat...
muhammad darraz: kumaha?
muhammad darraz: trus
Purnama Sidik: tapi setelah saya renungi...(subjektif pasti)
muhammad darraz: trus
muhammad darraz: lambret
Purnama Sidik: ada hal-hal yang memang harus dimamah dengan filsafat dan ada hal-hal yang memang tidak terlalu membutuhkan bidang filsafat untuk direfleksi...
muhammad darraz: ok.. ttrus
Purnama Sidik: terus-terusan..
muhammad darraz: iya sy sepakat.. tapi tolong diperjelas, mana yg pertama dan mana yg kedua
muhammad darraz: statement antum belum tuntas
muhammad darraz: edan "antum"
muhammad darraz: asa jiga balik deui aka dea
muhammad darraz: engke ujung2na ana nahnu
Purnama Sidik: haha...
Purnama Sidik: kadang ketika saya ngobrol sama antum...satu lembar foto saja kayanya bisa jadi satu mbuku untuk dianalisis pake teori-teori filsafat...
Purnama Sidik: dan yang saya rasakan...obrolan kita jadi kaya di kelas terus....
muhammad darraz: itu hanya pemicu saja... sebenarnya semangat ilmiah nya yg ingin kita bangun
Purnama Sidik: saya sepakat...
muhammad darraz: karena ketika sudah masuk diskursus, pembicaraan ttg pemicu sudah ditinggalkan
Purnama Sidik: tapi antum juga harus tahu kapan bersemangat ilmiah di kelas....dan kapan bersuasana keluarga?
Purnama Sidik: maaf ya...
muhammad darraz: hahaha
Purnama Sidik: tidak selamnya orang ingin ngobrol di semua waktu dengan suasana kelas itu...
muhammad darraz: ok
muhammad darraz: justru sy mencoba membuat diskusrsus spt itu serasa tidak di kelas
Purnama Sidik: saya percaya niat baik antum...
Purnama Sidik: tapi yang "serasa" itu yang subjektif kan?
Purnama Sidik: SERASA ente bisa jadi beda dengan serasa ana, nahnu, huwa atau hum kan?
muhammad darraz: hohoho
muhammad darraz: trus enaknya kita ngobrol apaan nih
muhammad darraz: ngalir aja..hehehe
Purnama Sidik: haha....damang yi?
Purnama Sidik: tapi ada satu persamaan signifikan antara bidang ente dengan bidang yang saya geluti...
Purnama Sidik: SUBJEKTIF dan OBJEKTIF sebagai satu bahasan sama-sama dipelajari di kedua bidang yang kita pelajari...
muhammad darraz: apa itu?
Purnama Sidik: so, kalo kita sinergis bahas satu fenomena bakal asyik juga nya..
muhammad darraz: dalam kerangka apa dulu?
Purnama Sidik: contoh..saya suka bgt tulisan2 psikolog yang nyebur di dunia filsafat, bagus takwim..ente kenal dekat ga ma dia?
Purnama Sidik: kerangkanya pasti beda...sudut pandang nya juga beda pasti..
Purnama Sidik: tapi setelah saya pelajari [prinsipnya secara umum sama...
muhammad darraz: sy satu tim sama dia
muhammad darraz: lagi riset
Purnama Sidik: psikologi melihat satum fenomena tidak akan jauh dari tiga hal...perspektif kognitif, afektif dan psikomotor...
muhammad darraz: dia udah jadi doktor di UI sebulan kemaren
muhammad darraz: tapi saya banyak kurg setuju sama dia, paradigma kelimuannya masih flat
Purnama Sidik: nah kalo filsafat ente lebih tahu dasar melihat satu fenomena..
Purnama Sidik: flat?maksudnya?
muhammad darraz: tidak holistik
muhammad darraz: dia masih menggunakan paradigma modern, filsafat barat to
muhammad darraz: tidak melihat realitas sebagai sebuah hirarki
muhammad darraz: tapi dlam penelitian saya, dia banyak memperkuat basis pemikiran modernnya/filsafat modern nya
Purnama Sidik: itu mungkin kelebihan ente yang berlatar bleakang warna warni...
muhammad darraz: sy sekrg lagi bikin penelitian tentang intelegensi
Purnama Sidik: yang saya tahu dia latar belakang dia kan dari umum aja?
muhammad darraz: engga, itu juga dirasakan sama mas haidar
muhammad darraz: tapi ga pa2 sich, justru mas Aten banyak memperkaya filsafat baratnya
Purnama Sidik: intelegensi?tentang apanya?
muhammad darraz: what is the foundation of intelligence?
Purnama Sidik: riset lapangan?atau literatur wungkul?
muhammad darraz: literatur dan lapangan
muhammad darraz: apa kaitan antara matematika, logika dengan inteleigensi
muhammad darraz: terus dari mana munculnya kreatifitas
muhammad darraz: proyek ini sebenarnya riset undangan dari Metanexus Amerika
muhammad darraz: lumayan lah buat nambah2 persiapan nikah...hehehe
muhammad darraz: dan klo bisa beli rumah...hehehe
muhammad darraz: kang pur, sy off dulu yah... kayknya udah mau maghrib... pengkai filsafat juga harus shalat
muhammad darraz: hehee
muhammad darraz: salam
Purnama Sidik: kembali ke ....kalimat atas ente..."abdi ge atos" kesimpulanna sanes nikah berarti kan?ari ningal proposisi terakhir ente mah..."lumayan lah buat nambah2 persiapan nikah...hehehe dan klo bisa beli rumah...hehehe"
Purnama Sidik: ok...udah jelas sekarang mah..
Purnama Sidik:
muhammad darraz: matakna sy sebut itu proyek
Purnama Sidik: ok..
muhammad darraz has signed out. (2/14/2009 6:24 PM)

Purnama Sidik: muihun atuh nurkholis majid ge rajin netepan keneh...

Selasa, 10 Februari 2009

nincak mangsa rumah tangga

Thursday, November 20th, 2008

…Tanggal 6 desember! sabaraha poe deui ti ayeuna? ayeuna tanggal 20 November 2008. berarti kurang leuwih 16 poe deui atawa dua minggu leuwih dua poe deui kuring insya Allah rek ngalumangsungkeun hiji sunnah agama teh. NIKAH!

saliwat mah asa percaya teu percaya kuring ge. hate sok ngagerentes, “enya kitu kuring rek nikah?”. tapi da memang nyata ning. calon panganten lalaki aya, nya kuring pisan. calon panganten awewe oge aya, urang cianjur tea. :) lamaran enggeus tanggal 7 juli kaliwat. babalanjaan geus meuli. ka KUA geus didaftarkeun deuih. tapi naha kuring sorangan bet siga nu can panceg? loba kahariwang loba kasieun. teuing sieun ku naon.

tapi lain can panceg ketang. ngan wajar we meureun nalek ka diri sorangan dina hal kasiapan diri nyinghareupan hiji fase hirup anu lain akon-akon. bener pan nikah mah lain lalakon heuheureuyan. nikah pasti beda jeung lagas. ari lalagasan mah bebas, ari nikah mah pan kaiket. kaiket ku beungkeutan nu kacida pagehuna atawa mitsaqon ghalidza tea mun ceuk basa Quran tea mah. sok remen kuring ngadenge ti babaturan nu geus narikah. “euy, geus nikah mah hese mun balik peuting teuing teh, da pamajikan pasti ngambek. sok komo mun nepika mondok di imah batur mah. sanajan di imah babaturan dalit ge, angger we jiga nu teu ridlo ning”. sejen babaturan ngomong na teh”waduh ripuh euy geus rek awal bulan duit can aya pamajikan pasti bakal bangkenu munnyahoeun mah. kudu neangan kamananya pibeaseun?”, jeung rea-rea deui carita rumah tangga babaturan nu sakapeung mah sok nyieun gimir ati. tuluykeun tong nya nikah teh?

umur kuring teh 26. kalahiran tahun 82. asal mah ti cikelet, hiji kacamatan di garut beulah kidul.

……bersambung

HATI-HATI! foto fitnah friendster?koq tega ya?!!

Tuesday, February 13th, 2007

iNNALILLaaHi waiNNaa ilaiHi RajiUUUn….koq! ada ya..yg tega ganti foto friendster dengan foto yang nggak2-nggak! dasar manusia! memang tak salah jika ALLAH menyebutkan: FAALHAMAHA FUJUROHA WATAQWAAHA…ALLAH Memberi potensi buruk disamping potensi baik pada manusia!seluruhmanusia!
aku buktinya!fotoku di friendster diilangin dan diganti dengan foto2 wanita gak baik yang bisa jadi akan mencemarkan nama baikku di mata semua orang terutama oang2 yang kenal ke aku! hati2 semuanya..takut semua kejaian ini menimpa kamu juga! hacking namanya..or cracking password friendster orang kemudian diganti dengan gambar -gambar atau isi yang gak jelas kayak yang menimpa ke aku ini! ga tahu lah..semoga aja ALLAH menyadarkan orang tersebut! dan semoga semua orang paham bahwa itu bukan aku yang melakukan, tapi oranglain yang jail dan potensi buruk dirinya lagi keluar! naudzubillahimindzalik…semoga semua kawan mafhum adanya atas kejadian ini..

wass..
purnama sidik
yang mudah2an senantiasa istiQomah..doain aja
kepada ALLAHlah kumohon perlindungan dari segala bisikan jahat semua yang berniat jahat…wallahu a’lam..

KLAIM KESALIHAN:arogansi halus!!!

Thursday, July 6th, 2006

AROGANSI HALUS!!

Ketika hati bicara:

aku ingin ma’rifat

dengan Yang Segala Maha aku ingin dekat.

BENARKAH?

Bukankah Ma’rifat adalah hanya kepunyaanNya?

Bukankah Taqwa ialah hanya milikNya?

Lalu..

di atas niyat keinginan itukah

kita lantas jadi rajin beribadah?

rajin shaum sunnah?

rajin bertilawah?

ataukah itu juga nafsu?

SUCI..TULUS..

tanpa niyat pun

SANG MAHA kan tahu

mana yang layak dari hambanya

disalihkan atau tidak!!

dima’rifatkan atau tidak!!

UPINET

quoted from Palladian, Kamis, 06 Juli 2006

KEBAHAGIAAN ITU TIDAK PERNAH LEBIH DARI SATU-DUA HARI SAJA!!!

Monday, June 12th, 2006

HALLO BROW…SIST…

Pa kbar jiwamu?di sana atau di sini? Kalau di sana, kau berarti belum menyatu. belum hidup. Di sini berarti kau sudah hidup sobat!karena jiwa yang jauh berarti belum menerima kedirian dirinya.

Q cuman mo curhat dikit. baru saja kemarin aku dapat titel mahasiswa prestasi tingkat fakultas. berkompetisi dengan enam kawan(lawan) yang berasal dari beda fakultas, alhamdulillah aku menang. walau gara2 salah teknis,presentasi ga pake media, aku jadi nomor dua. ga pa2 lah! bwat pembelajaran(walau tetep aja aku ga terima ). biz kemenangan itu, Q bener2 seneng ga kepalang. tapi….dua hari kemudian..ya dua hari..Q dah dihadapkan pada Ujian Akhir semester yang memang setiap kali ujian cukup menyesakkan(kecuali bagi orang-orang yang berimannya pada ilmu an sich di kampus:mahasiswa kupu-kupu).perasaan seneng itu melebur-mengurai gak jelas…kayak hidrogen tanpa oksigen!!

Q jadi bertanya: apa sebenarnya bahagia, bagaimana bahagia?apa manfaat bahagia? jangan-jangan bahagia itu sama saja dengan menderita? jangan-jangan aku dan hampir semua orang selama ini salah kejar untuk terus mendapatkan bahagia. padahal bahagia itu mungkin hanya bagian dinamika dari hidup yang datang dan pergi…itu sama saja dengan menderita yang juga datang dan pergi. kalau ya bahagia yang harus dikejar oleh kita, terus bahagia macam apakah itu? aku tidak bisa menafikan bahwa bahagia itu identik dengan nyaman. hanya segelintir orang ga umum saja yang nyebut menderita itu nyaman. orang masochist!tapi buktinya bahagia juga tidak baqa..dan sama-sama fana…

tidak terlalu salah ikrar hidup Rumi yang dikutip oleh "sang pangeran cinta" : KEMENANGAN HARI INI BUKANLAH BERARTI KEMENANGAN ESOK HARI! KEGAGALAN HARI INI BUKANLAH BERARTI KEGAGALAN ESOK NANTI, HIDUP ADALAH PERJUANGAN TANPA HENTI-HENTI!!

WALLAHU A’LAMU

PUTRA SUNDA, UPINET 120606

TANGKAP 2007!!!erat-erat

Sunday, January 1st, 2006

CARPE DIEM!!!!

Wilujeng sumping dinten kahiji 2006

tangtos seueur kajantenan, pangalaman, sareng pelajaran
ti 2005..

nu peurih, bingah, nangis, seuri, bodas,hideung atanapi
biru

mugi teu percuma(sia-sia). amin.


hiji hal anu penting

tong dugika 2006 sumping bari teu dibageakeun(welcome)

dibageakeun ku sagala rupi rencana anu asak.

ti januari, februari, maret,..,agustus, tug dugika
januari deui, ti senen dugi ka senen deui sing aya dina manfaat sadayana. boh
ka rerencangan, kulawargi, fakultas, jurusan(kantenan ari hoyong lulus 2007 mah
=D ), diri nyalira sareng ka Bangsa Indonesia urang.


Hayu urang sasarangan

teras ngasah ngasakkeun jati diri

mugi sing teras langkung dewasa

dina mayunan sagala tantangan hirup

anu duka dugi ka iraha

sagara(samudra)ambahanna(luasnya)


Hatur nuhun kana sadaya persahabatan salami ieu

punten bilih seueur anu teu sreg kana manah(hate)

mugi teras nganteng sareng berkah

teu sadaya cita-cita tiasa kaparengkeun

tapi urang tiasa optimalkeun anu tos dipimilik ku urang

SUKUR-SABAR eta dua konci utama katenangan hate

teras sebarkeun energi positif ti diri urang

never send the negative power from us

insyaAllah tangtos Gusti ngagampilkeun sadaya kabutuh
urang. Amin

Wilujeng sumping 2006!!!SPIRIT!!!

KEBATKEUN HIRUP NU HURIP!!!

ti abdi

Purnama Sidik

urang UPI…

Urang Sunda ti Basisir Garut Kidul tea.

Hiji
Januari 2006, ahad sore katompernakeun(senja)

REFLEKSI 23 TAHUN PROSES "HIDUP" KURING DI DUNIA

Thursday, August 18th, 2005

Alhamdulillah diri ini telah diberi jatah berproses selama 23 tahun dari sejak 1982 tanggal 14 agustus 1982 pas gunung galunggung edisi II meletus. Sejak lahir sampai saat ini kuring yakin dah berangkai metamorfosis tlah kuring alami baik yang disengaja maupun karena kehendak Tuhan lewat beragam situasi.

SERING kuring bertanya-tanya pada otak dan hati, dah bisa apa kuring?dah ngasih apa kuring ke peradaban hari ini?padahal banyak yang seumuran kuring dah cukup aktif dan cukup yakin diri untuk beraktualisasi dan memberikan sesuatu manfaat bagi dunia.Doakan kuring bisa ya!!!!

Pertanyaannya adalah: SAMPAI KAPAN KURING DIKASIH KESEMPATAN UNTUK TERUS BERPROSES OLEH TUHAN?

dI hARI YANG ISTIMEWA MINIMAL MENURUT PERSEPSI : ABDI MO PANJATIN SYUKUR KEPADA YANG MAHA SYUKUR RAHMAN DAN RAHIM ALLAH SWT TERUS MO NGATURIN TERIMA KASIH BANYAK PADA DIRI SENDIRI, KELUARGA, KAWAN-KAWAN(BAIK YANG EDISI MASA MI, De-A, UNPAD,UPI, IRM,MUJAHIDIN, IF, ALIANSI MAHASISWA GARUT SELATAN,DLL)YANG DAH MEMBERI WARNA DALAM METAMORFOSIS KURING.

TERUS MO MOHON MAAF JUGA ATAS UCAP, PERILAKU, TINGKAH POLAH YANG RIIL DAN ABSTRAK YANG JELAS-JELAS MENYAKITI KALIAN. SUMPAH!!!KURING GAK KUAT KALAU HARUS NANGGUNG BEBAN KEKHILAFAN DAN KESALAHAN KURING DI AKHIRAT.!!!SEMOGA SELALU ADA LAPANG DADA DI JIWA KALIAN SEMUA..AMIIIIN

+ 60 TAHUN PROSES "KEMERDEKAAN INDONESIA"


Keep spirit to be alive!!!

Thursday, August 18th, 2005

aSSalam kpd sEluRuh UMMAT mAnuSia dAn JiN (jUga JIMM+JILL)

ALL over THE WORLD/// kuring gak tahu apa yang menyebabkan kuring tetep masih mempertahankan hidup sampai detik ini. padahal hidup tuh kalau pun dipertahankan tapi yang empunya hidup nyabut nih hidup, tetep aja bakal kecabut. tapi TUHAN memang melarang manusia bwang nih nyawa dengan sengaja karena miSalnya tidak kwat laGi nahan realitas hiDup yang semakin bikin NYeseg atau kaRena hal lainNya.

Buya Syafii Maarif pernah nGomong:"kalau TUHAN tidak melarang saya dari PUTUS ASA, tentu saya dah putus asa melihat relaitas indonesia yang klehancurannya nyaris sempurna dari hal-ha yang materil sampai kerusakan moril. TAPI TUHAN TIDAKN MENGIJINKAN SIAPA PUN UNTUK BERBUAT PUTUS ASA!!!"

Jadi? senang atau pun menderita: "HIDUP TETAP HARUS DIOPTIMALKAN" down or up hidup kita, jangan membuat kita untuk berhenti dari memanfaatkan semua anugerah kelebihan-keunikan kita untuk kita, keluarga, tetangga dan semua ummat manusia yang layak ditolong DENGAN LANDASAN KARENA ALLAH SEMATA .//Semoga//

Senin, 19 Januari 2009

40 Juta Orang Indonesia Miskin

JAKARTA - Besarnya anggaran belanja negara yang selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun ternyata tidak mempengaruhi terhadap peningkatan jumlah orang miskin yang tetap bertambah. Terbukti, jumlah orang miskin di Indonesia sudah mencapai 40 juta.

“Lebih dari 40 juta orang Indonesia masih tergolong miskin,” ujar ekonom Tim Indonesia Bangkit Hendri Saparini, di sela diacara diskusi publik Tim Indonesia Bangkit, di Restoran Bebek Bali Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2009).

Pada 2009, besarnya anggaran lebih dari Rp1.000 triliun. Namun, anggaran yang besar ternyata tidak dapat membawa kepada pengentasan kemiskinan dan pengangguran.

Sebagai ilustrasi, meskipun APBN mengalami peningkatan pesat dari Rp380 triliun pada 2004 menjadi sekira Rp980 triliun pada 2008. Anggaran kemiskinan pun turut naik dari awalnya Rp18 triliun pada 2004 menjadi sekira Rp70 triliun pada 2008.

Selain itu, menurut para ekonom dari Tim Indonesia Bangkit, pengentasan kemiskinan memang bukan sekedar pengalokasian anggaran pengentasan kemiskinan. Strategi pengentasan kemiskinan membutuhkan kebijakan makroekonomi yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat (pro-poor macroeconomy policy).

Hendri melanjutkan, dengan demikian kesenjangan antara orang miskin dengan orang kaya semakin terlihat. “Aset orang miskin semakin berkurang dan aset orang kaya semakin bertambah,” katanya.***

Sumber: Okezone: http://radiospin.ne


Mikro Tak Terpatahkan

Anda terkena PHK? Kesulitan mendapatkan pekerjaan? Jangan putus asa dulu. Tidak menjadi pegawai kantoran atau karyawan sebuah perusahaan besar, bukan berarti kiamat. Banyak jalan untuk tetap bertahan hidup. Yang terpenting adalah kemauan dan berpikir positif.

Bidang usaha berskala mikro, kecil atau menengah, menantang anda untuk bergelut di dalamnya. Aneka macam peluang untuk sukses terbuka lebar di sana.

Berikut adalah sebuah tulisan dari ruang berita Harian Republika yang semoga bisa membuat anda termotivasi agar bangkit dari keterpurukan atau memulai usaha untuk kehidupan yang lebih baik. Semangat!

Mikro Tak Terpatahkan

Di tengah meredupnya bisnis perusahaan-perusahaan besar akibat dampak krisis keuangan global, sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) banyak yang tetap mampu bertahan, bahkan terus berkembang. ”Sektor UMKM tak terpatahkan oleh krisis keuangan global,” tegas pemilik jaringan bisnis Ayam Bakar Wong Solo (ABWS) Group, Puspo Wardoyo.

Dia menyebutkan, ketika banyak bisnis besar berguguran, justru banyak usaha mikro, kecil dan menengah yang malah terus tumbuh dan berkembang. Salah satunya adalah ABWS Group, yang mencakup Ayam Bakar Wong Solo, Mie Jogja Pak Karso, Mie Kocok Bandung, Ayam Penyet Surabaya, Nasi Timbel Mang Uha, Sate Kambing Solo, Mie Ayam Kq 5 dan Steak Kq 5. ”Rata-rata setiap dua sampai tiga minggu sekali kami membuka cabang baru Mie Jogja Pak Karso, Mie Kocok Bandung maupun Ayam Penyet Surabaya,” tuturnya.

Ia mengatakan, hingga awal Desember 2008, outlet Mie Jogja Pak Karso sudah mencapai 26 cabang, tersebar di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. ”Dalam satu tahun ini kami membuka 20 cabang Mie Jogja Pak Karso, dan kami akan terus ekspansi pada tahun depan,” ujarnya.

Sementara itu, Mie Kocok Bandung yang baru dikembangkan dalam waktu satu tahun saat ini sudah mencapai 18 cabang, tersebar di Jawa dan Sumatera. ”Ayam Penyet Surabaya juga baru kami rintis selama satu tahun dan telah berkembang menjadi 16 cabang, baik di Jawa, Sumatera, maupun Kalimantan,” paparnya.

Puspo mengemukakan, di era krisis seperti ini bisnis restoran besar dengan investasi miliaran rupiah kurang menjanjikan. ”Peluang terbesar ada di restoran kecil yang investasinya antara Rp 100 juta sampai Rp 150 juta,” tandasnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, bisnis makanan (restoran) yang punya peluang besar untuk dikembangkan adalah yang mengincar segmen menengah ke bawah; kapasitas usahanya kecil sehingga investasinya juga kecil; dan dekorasinya pun sederhana, sehingga kelas menengah bawah tidak sungkan datang ke sana. ”Saat ini pembeli terbesar, khususnya restoran, adalah masyarakat menengah ke bawah. Mereka kemampuan finansialnya tidak terlalu besar, tapi jumlahnya sangat banyak, puluhan juta orang. Sedangkan masyarakat menengah ke atas, kemampuan finansialnya tinggi, namun jumlahnya relatif sedikit. Selain itu, mereka itu menuntut penyajian tempat maupun standar pelayanan yang tinggi,” ujarnya.

Daya tahan tinggi

Pemilik Country Donuts, Khoerussalim mengemukakan, UMKM mampu bertahan dalam situasi dan kondisi krisis karena semuanya serba simpel (sederhana). ”Dari dulu, UMKM itu menjadi penyelamat bangsa dan mempunyai daya tahan yang sangat kuat, karena simpel. Produksinya simpel, tenaganya simpel, bisnisnya juga simpel. Dalam bisnis UMKM, yang memproduksi saya, yang memasarkan saya, yang mendistribusikan saya, yang makan hasilnya juga saya,” paparnya.

Namun, di balik alasan simpel tadi, ada hal substansial yang membuat UMKM mampu terus bertahan, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun. ”Karena mereka harus makan. Para pelaku usaha kecil dan mikro itu berbisnis hari ini untuk makan hari ini. Kalau bisnisnya tidak berputar, mereka tidak bisa makan hari ini. Hal itulah yang membuat usaha kecil dan mikro mempunyai daya survive yang tinggi,” tandasnya.

Khoerussalim menjelaskan, hal itu tidak hanya berlaku di Indonesia. ”Di mana-mana, usaha kecil dan mikro itu sama. Mereka harus bisa bertahan, karena mereka harus makan,” katanya.

Berbeda halnya dengan perusahaan-perusahaan besar. Para pemiliknya mengembangkan usaha bisnis bukan untuk makan, melainkan untuk eksistensi. ”Karena itu mereka melakukan berbagai hal untuk meningkatkan eksistensi dirinya, antara lain melalui portofolio saham,” jelasnya.

Di samping itu, usaha besar itu sistemik. Yang memproduksi, yang mendistribusikan, yang memasarkan, dan yang mengurus keuangan, berbeda orangnya. Semua itu memerlukan biaya, sehingga cenderung berbiaya tinggi (high costi). Sedangkan usaha kecil dan mikro itu tidak ada sistemnya. Serba simpel. Sistemnya adalah dirinya sendiri,” kata Khoerussalim yang juga Presiden Direktur Entrepreneur College, sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan bisnis. ***

Sebelum Membeli Rumah, Apa Yang Harus Diperhatikan?

Punya rumah sendiri adalah idaman semua orang, baik lajang maupun pasangan muda. Mendapatkan rumah idaman, bagi sebagian orang tidak mudah. Selain berbagai faktor yang harus dipikirkan, harga rumah yang setiap tahun semakin tinggi pun mempersulit untuk meraihnya.

Membeli rumah, sebaiknya jangan dilakukan terburu-buru. Berikut ini beberapa faktor yang harus dipikirkan sebelum membeli rumah:

1. Lokasi rumah

Lokasi sangat berhubungan dengan akses rumah dari jalan dan kendaraan untuk mencapainya. Kebanyakan rumah yang letaknya dekat stasiun atau jalan raya, umumnya harganya akan lebih tinggi dibanding perumahan yang letaknya jauh dari jalan raya.

Selain akses kendaraan, lokasi rumah yang dipilih juga sebaiknya berada di lingkungan yang aman dan tidak berisiko banjir saat musim hujan. Begitu juga fasilitas rumah, pastikan saat membeli saran seperti listrik, air bersih, dan sarana lainnya telah tersedia secara memadai.

2. Pengembang dan spesifikasi rumah

Teliti dengan baik spesifikasi bangunan yang digunakan, seperti dinding - menggunakan batu merah atau batako, diplester atau tidak, di cat atau tidak, dinding pembatas dengan tetangga, hingga bahan kayu yang digunakan untuk kusen jendela dan pintu (menggunakan panel atau tripleks).

Perhatikan pula pembagian ruangan, kloset yang digunakan di WC (jongkok atau duduk), apakah ada bagasi motor atau mobil. Ketahui berapa daya listrik listrik yang diberikan, sumber air - apakah menggunakan PAM atau tidak (perumahan yang telah terjangkau PAM umumnya lebih mahal), sedangkan perumahan dengan sumber air kurang baik harganya akan lebih rendah.

Spesifikasi rumah juga sangat tergantung dari pengembang yang mendirikannya, karena itu ketahui mana pengembang rumah yang memiliki reputasi bagus. Perhatikan pula surat-surat atau akta perjanjian jual beli yang dapat dipertanggungjawabkan.

Rumah kompleks yang dibangun dengan sistem borongan dari developer, umumnya memiliki kualitas bangunan yang buruk. Sistem sub-kontrak yang dilakukan secara bertingkat demi efisien, sudah menjadi rahasia umum rumah kompleks.

Karena itu, ketelitian dalam menilai kualitas bangunan rumah sangat diperlukan. Meski begitu tidak setiap bangunan dapat dibangun secara sempurna, karena itu siapkan mental untuk melakukan renovasi kecil-kecilan.

3. Fasilitas sosial dan hiburan

Kompleks perumahan umumnya akan dilengkapi dengan fasilitas sosial, seperti sekolah, rumah sakit, rumah ibadah, fasilitas hiburan seperti arena bermain anak, kolam renang dan sarana olahraga lainnya, taman, bioskop serta pertokoan.

4. Perbandingan harga

Pada saat membandingkan harga, perhatikan apakah harga tersebut sudah termasuk HGB, IMB, pajak, atau biaya lainnya. Karena elemen yang termasuk dalam nilai jual sangat bervariasi, pastikan untuk juga membandingkan dengan memperhatikan total harga yang ditawarkan pengembang.

Tentukan terlebih dulu, apakah Anda ingin membeli rumah yang siap huni (ready stock) atau inden. Beberapa perumahan menyediakan unit yang siap huni untuk tipe yang lebih besar (biasanya tipe 45 ke atas), dan menetapkan sistem inden untuk tipe yang lebih kecil (biasanya tipe 36 ke bawah).

Lama inden bervariasi, ada yang 3 bulan, ada juga yang sampai setahun. Bila Anda tidak terburu-buru untuk menempatinya, membeli rumah dengan cara inden setahun ada untungnya, sebab uang muka biasanya dapat dicicil kira-kira 3-12 bulan.

5. Sistem pembayaran

Sistem pembayaran dalam pemberian rumah ada yang tunai maupun kredit, keduanya dapat Anda pilih sesuai dengan kemampuan keuangan Anda. Berikut kiat untuk masing-masing sistem pembayaran tersebut:

- Membeli secara tunai
Bila membeli tunai, ada baiknya untuk langsung memikirkan pemeliharaan dan perawatan rumah setiap bulan. Biaya ini sudah harus mulai Anda anggarkan, secara jangka panjang. Salah satunya adalah biaya pajak tahunan dan biaya asuransi bila ingin membeli langsung.

Keuntungan membeli tunai, ke depannya Anda tinggal menganggarkan biaya kebutuhan bulanan tanpa dibebani biaya cicilan. Yang harus diingat, sesuaikan kemampuan dengan tipe yang dibeli, jangan sampai mempengaruhi gaya hidup Anda.

- Membeli secara kredit
Cara yang paling ringan dalam mendapatkan rumah impian, adalah dengan menggunakan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dengan jangka panjang. Namun semakin panjang jangka waktu kredit yang diambil, semakin besar pula total bunga yang harus dibayarkan.

Ambillah jangka waktu kredit yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan Anda, sebab biaya cicilan akan sangat mempengaruhi kondisi keuangan dalam jangka panjang. Jadi pertimbangkan dengan sebaik-baiknya, jangan sampai merusak tatanan keuangan di masa depan.

- Cermat memilih perbankan
Saat ini banyak bank - baik pemerintah maupun swasta - yang menyediakan fasilitas KPR. Meski kini banyak bank yang gencar memberikan pinjaman dana yang cukup besar, namun ada baiknya Anda tidak mengambil cicilan yang melebihi 30 persen dari pendapatan bulanan Anda.

Persyaratan umum yang biasanya diperlukan untuk mengambil KPR adalah:
- Warga Negara Indonesia
- Berstatus karyawan, pengusaha, atau profesi
- Berusia maksimal 55 tahun saat kredit berakhir
- Telah bekerja/berusaha minimal dua tahun
- Penghitungan angsuran dari gaji kotor
- Rumah untuk dihuni sendiri

Sumber: Halo-halo: http://radiospin.net

Disdik Perlu Tetapkan Unit Cost Dikdas

KOMPAS : Senin, 1 September 2008 | 19:01 WIB

BANDUNG, SENIN- Pemerintah daerah, melalui dinas pendidikan, perlu menyusun dan menetapkan standar biaya operasional per unit atau unit cost jenjang sekolah dasar dan menengah pertama. Ini akan menjadi acuan alokasi biaya operasional yang wajib segera ditanggung pemerinta h seperti diamanahkan Peraturan Pemerintah.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Forum Aspirasi Guru Independen (FAGI) Kota Bandung Agus Setia Muladi, Senin (1/9) menyikapi terbitnya Peraturan Pemerintah No. 48/2008 tentang Pembiayaan Pendidikan. "Sungguh prihatin. Harusnya kan unit cost ini bukan hal yang baru. Penyusunan APBS (anggaran pendidikan dan belanja sekolah) kan mestinya mengacu ke sini," ujarnya.

Menurutnya, terbitnya PP 48/2008 harus menjadi momentum untuk mempertegas kembali pentingnya pembuatan peta standar unit cost ini. Peta ini nantinya akan men jadi patokan dalam penentuan dana subsidi yang harus dianggarkan pemerintah dalam APBN atau APBD untuk sekolah negeri di tingkat SD-SMP. Peta unit cost ini di tiap-tiap daerah tentunya berbeda-beda, tergantung kondisi ekonomi dan kebutuhannya.

Saat ditanya, apakah pembuatan peta unit cost ini otomatis akan menyeragamkan mutu pendidikan, mengingat penyeragaman subsidi biaya operasional ke seluruh sekolah nantinya, ia menjawab, Tidak juga. Justru, ini akan meningkatkan efesiensi. "Jika sekolah ingin meningkatkan mutu lewat tambahan dana, bisa dari pihak ketiga misalnya industri atau sponsor yang tidak mengikat," jawab Agus Setia.

Akhir pekan lalu, Sanggar dan Ikatan Pemuda Muhammadiyah, dua lembaga yang tergabung di dalam Koalisi Pendidikan Kota Bandung merilis hasil penelitiannya tentang pendanaan pendidikan. Berdasarkan penelitian yang disponsori The Asia Foundation ini muncul besaran unit cost, yaitu SD sebesar Rp 830.909 per tahun, SMP Rp 934.913 dan SMA Rp 1,020 juta.

Menurut Purnama Sidik, koordinator penelitian program ini, besaran unit cost ini ditentukan dari standar pelayanan minimal (SPM) yang telah ditentukan pemerintah. Dan, disesuaikan kond isi daerah, yaitu Kota Bandung. Di dalamnya pun sudah termasuk unit kejahteraan guru macam upah lembur, perjalanan dinas, dan makan siang.(JON)


Yulvianus Harjono

Raperda Pendidikan Kota Bandung dan Pesan dari Solo

Oleh Purnama Sidik

Pengumuman kelulusan penerimaan siswa baru (PSB) tahun ajaran 2008/2009 telah dipublikasikan 9 Juli. Ada yang gembira dan ada yang kecewa. Gembira karena anak-anaknya diterima di sekolah negeri yang menjadi pilihannya. Kecewa, tentu saja karena tidak lolos ke sekolah negeri yang menjadi incarannya. Terlepas dari hal-hal itu, PSB kali ini ternyata masih tetap menyisakan berbagai catatan kurang elok yang mencerminkan belum adanya perbaikan signifikan dalam hal pengelolaan pendidikan, khususnya di Kota Bandung dan Jawa Barat.

Catatan PSB Watch Kota Bandung (Pikiran Rakyat, 26/6) menyebutkan, pada PSB tahun ini mereka telah menerima keluhan yang menyangkut pungutan dalam PSB, titipan, serta beberapa hal lain yang menyalahi prosedur. Keluhan-keluhan klasik yang sebenarnya tidak perlu terjadi berulang dari setiap penyelenggaraan PSB. Pada tataran teknis, PSB online yang sejatinya untuk memudahkan para orang tua dalam pendaftaran anak-anaknya di sekolah tujuan, ternyata mengalami kendala dan tidak bisa diakses dengan baik. Dalam hal sistem, pola kluster yang dipakai dalam PSB ternyata menurut Lembaga Advokasi Pendidikan Kota Bandung perlu direvisi karena telah menyisakan dampak-dampak yang kurang bagus bagi citra jangka panjang sekolah, terutama bagi sekolah yang dikategorikan kluster III. Demikian juga sistem passing grade yang tidak diumumkan sebelum PSB mendapat kritikan cukup tajam dari masyarakat. Di samping hal-hal tadi tentu masih banyak catatan-catatan untuk PSB dan penyelenggaraan pendidikan di Kota Bandung yang harus diperbaiki. Bagaimana ke depan?

Pesan dari Solo

Terkait dengan cerita PSB Kota Bandung yang belum menggembirakan itu, berita dari Kota Solo pada 2 Juli 2008 cukup membuat hati kita sejuk sejenak dan bisa sedikit menyunggingkan senyum harapan atas dunia pendidikan setelah selama ini hampir selalu suram karena menanggung bertubi-tubi beban cerita gelap berbagai bidang di negeri kita.

Pada tanggal itu, Ir. Joko Widodo, Wali Kota Solo yang oleh warganya akrab dipanggil Jokowi, kembali membuat gebrakan prorakyat. Kali ini dalam bidang pendidikan. Mulai tahun ajaran baru 2008/2009, sekolah-sekolah negeri sejak tingkat TK sampai SMA/SMK di Solo tidak boleh memungut uang pendaftaran dan sumbangan pembangunan atau sejenisnya kepada siswa dalam kota. Hal itu diatur dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Surakarta Nomor 422.1/1.749, perihal Pedoman Pembiayaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Meskipun tidak menggratiskan biaya pendidikan secara total, pembebasan biaya bangunan yang dijamin oleh sebuah regulasi yang jelas tentu akan sangat membantu masyarakat atau para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya untuk bekal masa depan mereka.

Uang bangunan atau yang biasa disebut dana sumbangan pendidikan (DSP) telah menjadi momok yang bikin jeri para orang tua ketika akan mendaftarkan anaknya ke sekolah baru. Besarannya bervariasi dari kisaran Rp 300.000,00 hingga Rp 3.000.000,00. Bahkan ada informasi dari salah satu lembaga kajian pendidikan di Kota Bandung bahwa beberapa sekolah secara sembunyi-sembunyi mensyaratkan uang DSP hingga Rp 5.000.000,00! Alasannya, katanya, untuk menutupi kekurangan biaya operasional dan pengembangan sekolah yang tidak cukup jika hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah. Jika uang DSP ini tidak dipenuhi maka calon siswa yang mendaftar itu akan dianggap mengundurkan diri dari sekolah tersebut. Meskipun nilai ujian akhir nasional telah memenuhi syarat.

Sungguh memprihatinkan memang. Praktik-praktik yang semacam ini jelas-jelas telah menyakiti hati nurani masyarakat dan jelas-jelas melanggar UUD 45 Pasal 31 ayat 1 dan 2 yang telah menjamin bahkan "mewajibkan" atas aksesibilitas pendidikan untuk semua warga negara, tanpa terkecuali. Disebut melanggar UUD karena dengan menjadikan besaran uang sebagai syarat lolos tidaknya calon siswa di suatu sekolah, otomatis masyarakat yang kebetulan mempunyai putra-putri potensial tetapi tidak didukung kemampuan keuangan, dengan sendirinya tidak akan bisa melanjutkan pendidikan. Sialnya, praktik-praktik negatif ini justru dilakukan sekolah-sekolah negeri yang keberadaannya seharusnya menjamin masyarakat, termasuk yang tidak mampu karena sekolah-sekolah tersebut dibiayai penyelenggaraannya oleh pemerintah.

Jokowi menyebutkan, di salah satu forum nasional Good Governance yang diselenggarakan oleh Maarif Institut di Jakarta beberapa waktu lalu bahwa pendekatan yang berbasis sosio-psikologislah yang hendaknya diterapkan ketika akan memberlakukan suatu kebijakan kepada masyarakat. Pendekatan Jokowi itu jelas sangat patut diteladani oleh pemerintah daerah lain di Indonesia ketika akan memberlakukan beragam kebijakan kepada masyarakatnya.

Surat Edaran Wali Kota Solo itu benar-benar di-back-up dengan segenap jaminan dari pemerintah. Pertama, Pemerintah Kota Surakarta telah menjamin untuk mengalokasikan dana pembangunan gedung sekolah dalam APBD yang akan dianggarkan melalui anggaran perubahan tahun ini. Ini tidak hanya berlaku untuk sekolah negeri, bahkan untuk sekolah swasta pun dana investasi dianggarkan (Republika, Kamis 3/06). Khusus untuk kelas imersi, akselerasi, dan RSBI, yang mungkin biaya pengembangannya lebih dari sekolah level standar, Pemerintah Kota Solo mengambil kebijakan khusus untuk memasukkan rencana pengembangan pendidikannya pada RAPBD tahun 2009.

Masih terkait dengan kebijakan pembiayaan sekolah, dinyatakan oleh pemerintah bahwa pada hal-hal khusus jika sekolah bersama komite sekolah akan menarik biaya dari siswa/masyarakat dari dalam Kota Surakarta, harus mendapat izin tertulis dari wali kota! Sekolah wajib melaporkan kepada wali kota langsung serta kepada Diknas Dikpora Kota Surakarta perihal besarnya biaya pengembangan pendidikan yang akan dibebankan kepada calon siswa sekaligus rencana penggunaan dana tersebut.

Ini tentu sangat relevan dengan salah satu prinsip good governance dan clean government yang salah satu asasnya adalah akuntabilitas. Selanjutnya, dalam hal penegakan prinsip transparansi, dalam surat edaran juga disebutkan, segala bentuk pembiayaan termasuk penarikan biaya yang dilakukan sekolah harus diumumkan dan ditempel pada papan pengumuman sekolah saat pendaftaran penerimaan siswa didik baru.

Adapun mengenai jaminan penegakan perlindungan terhadap siswa tidak mampu, sekolah wajib mendapatkan surat pernyataan kesanggupan dari orang tua calon siswa untuk membayar biaya pendidikan yang telah ditetapkan sekolah. Jika keluarga ternyata tidak mampu, pemerintah menegaskan bahwa sekolah "wajib" memberikan subsidi silang kepada calon siswa dari keluarga kurang mampu tadi.

Raperda pendidikan

Cerita tadi adalah kabar menggembirakan dari Kota Solo yang merupakan bagian dari provinsi tetangga terdekat kita, yaitu Jawa Tengah. Lalu, bagaimana dengan Jawa Barat khususnya Kota Bandung? Dilaporkan bahwa DPRD Kota Bandung bersama pemerintah kota sedang menggodok raperda pendidikan baru yang akan merevisi peraturan lama yakni Perda Nomor 20 Tahun 2002 tentang Pengelolaan Pendidikan di Kota Bandung. Perda lama tersebut lahir sebelum Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 disahkan. Dari perspektif ini saja, dengan logika sederhana kita bisa mengatakan ada yang harus "direvolusi" dari Perda No. 20 Tahun 2002 itu. Suara-suara peduli pendidikan Kota Bandung telah menggema beberapa tahun belakangan ini.

Bagian mana saja dari Perda No. 20 Tahun 2002 yang harus diperbaiki? Tugas eksekutif dan para anggota Dewan Kota Bandunglah yang telah digaji sehingga memiliki kewajiban dan tanggung jawab lebih untuk menemukan kelemahan regulasi yang out of date alias jadul tersebut. Tentu sekaligus merumuskan serta mengesahkan perda pendidikan baru yang harus lebih mencerminkan semangat baru yang terkandung dalam UU No. 20 Tahun 2003 itu.

Meski demikian, tentu saja masyarakat juga memiliki kewajiban yang tidak kalah pentingnya. Adapun tugas masyarakat yang berada di luar eksekutif dan legislatif adalah tentu saja berani lantang dan tanpa ada kata lelah, kritis dalam menggawangi raperda pendidikan ini supaya bisa gol menjadi perda pendidikan yang benar-benar sejati membawa spirit prorakyat yang lebih besar.

Gebrakan Jokowi dari Kota Solo seharusnya dapat membuka mata dan meneguhkan keyakinan para pemangku kepentingan (stakeholder) pendidikan Kota Bandung dan pemerintah-pemerintah daerah lain di Jawa Barat bahwa kebijakan yang prorakyat itu sama sekali tidaklah sulit seperti yang sering dijadikan alasan oleh kebanyakan pemerintah daerah untuk mengulur keterpenuhan anggaran pendidikan menjadi 20% di APBD. Yang dilakukan Jokowi di Solo menggambarkan kepada kita semua bahwa realisasi kebijakan pendidikan yang betul-betul meringankan masyarakat baru sebenarnya tidak terlalu tergantung pada PAD dan APBD, tetapi sesungguhnya sangat tergantung pada niat baik, kecermatan, kecerdasan, dan komitmen dari para pemimpin yang sedang memegang otoritas kebijakan di daerah tersebut.

Seharusnya, Kota Bandung dengan jaminan revisi perda pendidikan yang sedang diproses, pengelolaan pendidikannya bisa berlaku lebih efektif dan berkeadilan dibandingkan dengan Kota Solo. Sebab, kita tahu betul bahwa kekuatan hukum perda lebih bersifat mengikat daripada surat edaran.

Nah, selanjutnya bola ada di tangan Pemkot dan para anggota Dewan Kota Bandung yang terhormat. Bisakah para pemimpin kita itu kemudian benar-benar mau dan mampu memenuhi harapan dan rasa keadilan masyarakat dalam bidang pendidikan? Kita tunggu bukti, bukan melulu wacana! ***

Penulis, pegiat pendidikan di Lingkungan Perguruan Muhammadiyah di Jawa Barat.

Mayoritas APBS di Bandung tidak Mengacu pada SPM

Saatnya Pemerintah Memiliki Data "Unit Cost"

BANDUNG,(PR).-
Mayoritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS) di semua sekolah Kota Bandung tidak mengacu pada standar pelayanan minimum (SPM) pendidikan. Akibatnya, muncul celah-celah penyimpangan yang pada akhirnya membuat biaya pendidikan yang harus ditanggung masyarakat semakin tinggi.

"Hampir 60 persen APBS sekolah di semua jenjang pendidikan tidak mengacu pada SPM ini. Banyak sekali APBS yang tiba-tiba muncul pos yang tidak seharusnya ada. Misalnya saja ada pos ’lain-lain’ atau biaya perjalanan dinas yang bisa direkayasa dengan mudah," kata Purnama Sidik, Koordinator Riset buku Advokasi Realokasi Anggaran Manual Great, yang diterbitkan Sanggar, hasil kerja sama Sanggar dengan Koalisi Pendidikan Kota Bandung dan Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM), Sabtu (6/9).

Dengan kondisi ini, kata Purnomo, Dinas Pendidikan harus segera menyusun aturan tentang pengelolaan APBS. Sebab, kata dia, mayoritas sekolah belum mengetahui apa itu APBS yang mengacu pada SPM seperti yang diamanatkan dalam PP 19/2005.

Selain itu, menurut Purnomo, sudah saatnya pemerintah termasuk Disdik memiliki data mengenai besaran unit cost yang dibutuhkan setiap siswa di semua tingkat pendidikan. Sebab hanya dengan data unit cost inilah kebutuhan penyelenggaraan pendidikan bisa diketahui dengan pasti.

"Berdasarkan riset yang kami lakukan di tiga jenjang pendidikan di Kota Bandung, rata-rata biaya operasional yang dibutuhkan untuk siswa SD adalah Rp 830.000,00 per siswa per tahun, sementara kalau melihat unit cost per siswa pada dana BOS hanya Rp 254.000,00. Ini sangat jauh," kata dia.

Sementara untuk tingkat SMP, kata Purnama, biaya operasional yang dibutuhkan berkisar Rp 934.000,00. Sedangkan untuk siswa SMA berkisar pada angka Rp 1 juta per siswa per tahun. "Sebenarnya jika Disdik sudah memiliki besaran unit cost yang mengacu pada SPM, tidak perlu lagi ada anggaran yang inefektif atau inefisien sebab kebutuhan yang diperlukan sudah jelas," tuturnya.

Sementara itu, menurut Entin Sriani Muslim, penulis utama Manual Great, pemerintah sebenarnya tidak perlu menambah anggaran baru agar bisa membebaskan biaya sekolah semua siswa miskin yang ada di Kota Bandung. Yang dibutuhkan adalah realokasi sejumlah anggaran yang tidak efektif di semua pos dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada.

"Berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan, 78,4 persen atau sekitar Rp 172 miliar dana APBD 2007 tidak efisien dan tidak jelas peruntukkannya. Mulai dari mark up anggaran atau pos yang double-double. Ini sebenarnya bisa direalokasi dan dimanfaatkan pada program-program yang berpihak pada warga miskin," ungkapnya.

Entin menjelaskan, untuk bisa menjamin pendidikan bagi seluruh siswa tidak mampu yang ada di Kota Bandung, hanya diperlukan dana sekitar Rp 56 miliar. Ini diperuntukkan bagi sekitar 360.000 siswa tidak mampu yang ada saat ini. (A-157)***