HALLO BROW…SIST…
Pa kbar jiwamu?di sana atau di sini? Kalau di sana, kau berarti belum menyatu. belum hidup. Di sini berarti kau sudah hidup sobat!karena jiwa yang jauh berarti belum menerima kedirian dirinya.
Q cuman mo curhat dikit. baru saja kemarin aku dapat titel mahasiswa prestasi tingkat fakultas. berkompetisi dengan enam kawan(lawan) yang berasal dari beda fakultas, alhamdulillah aku menang. walau gara2 salah teknis,presentasi ga pake media, aku jadi nomor dua. ga pa2 lah! bwat pembelajaran(walau tetep aja aku ga terima ). biz kemenangan itu, Q bener2 seneng ga kepalang. tapi….dua hari kemudian..ya dua hari..Q dah dihadapkan pada Ujian Akhir semester yang memang setiap kali ujian cukup menyesakkan(kecuali bagi orang-orang yang berimannya pada ilmu an sich di kampus:mahasiswa kupu-kupu).perasaan seneng itu melebur-mengurai gak jelas…kayak hidrogen tanpa oksigen!!
Q jadi bertanya: apa sebenarnya bahagia, bagaimana bahagia?apa manfaat bahagia? jangan-jangan bahagia itu sama saja dengan menderita? jangan-jangan aku dan hampir semua orang selama ini salah kejar untuk terus mendapatkan bahagia. padahal bahagia itu mungkin hanya bagian dinamika dari hidup yang datang dan pergi…itu sama saja dengan menderita yang juga datang dan pergi. kalau ya bahagia yang harus dikejar oleh kita, terus bahagia macam apakah itu? aku tidak bisa menafikan bahwa bahagia itu identik dengan nyaman. hanya segelintir orang ga umum saja yang nyebut menderita itu nyaman. orang masochist!tapi buktinya bahagia juga tidak baqa..dan sama-sama fana…
tidak terlalu salah ikrar hidup Rumi yang dikutip oleh "sang pangeran cinta" : KEMENANGAN HARI INI BUKANLAH BERARTI KEMENANGAN ESOK HARI! KEGAGALAN HARI INI BUKANLAH BERARTI KEGAGALAN ESOK NANTI, HIDUP ADALAH PERJUANGAN TANPA HENTI-HENTI!!
WALLAHU A’LAMU
PUTRA SUNDA, UPINET 120606

1 komentar:
danan Says:
December 9th, 2006 at 2:59 pm
Bahagia….
Suatu kalima yang abstrak, tidak akan bisa kita jabarkan dalam bentuk nyata.
Parameter “bahagia” bagi setiap insan anak manusia bervariasi.
Terikan dalam konteks ruang dan waktu (itu yang tidak bisa hindari)
ada kalanya kita bahagia saat keluar Nila “A” pada ujian akhir, bisa juga bahagia saat Orang yang Kita Sayangi mengungkapkan pula rasa sayangnya kepada kita, ada saanya pula kita bahagia saat kita Memeroleh Uang (dan memang saat itu kia memerlukan uang itu)
Tapi, but….
kita tidak bisa merasakan apa itu yang namanya “Bahagia” jika kita tidak bisa merasakan apa yang dinamakan “sedih”
Di dunia ini, sang Khalik elah menciptakan sesuatu ber pasang pasangan.
Siang-Malam
Gelap-terang
.
.
.
bal-bla-bla
Bahagia - Sedih
>>meskipun kita tidak bisa menafikkan adanya kondisi yang berada dalam posisi antara keduanya.
Selamat Ber Bahagia Wahai Saudaraku.
Nun….
Wassalam
Posting Komentar